Kompas.com - 13/08/2015, 09:13 WIB
Hasil karya foto PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. KOMPAS.com/Rio KuswandiHasil karya foto PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com – Polusi udara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara berdampak buruk bagi kesehatan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Harvard baru-baru ini, polusi udara yang dihasilkan PLTU batubara di Indonesia dapat menyebabkan kematian dini sekitar 6500 jiwa per tahun.

Jika ada penambahan pembangunan PLTU batubara baru, maka dampaknya akan meningkat drastis, yakni kematian dini mencapai 15.700 jiwa per tahun. Kematian dini adalah rendahnya usia hidup karena terserang berbagai penyakit akibat terpapar polusi udara, seperti jantung, stroke, infeksi saluran pernapasan, dan kanker paru-paru.

“Dampaknya juga secara ekonomi. Kehilangan produktivitas, kematian dini, ada ongkos kesehatan yang dikeluarkan,” kata Ahli Batubara dan Polusi Udara Greenpeace Indonesia Lauri Myllyvirta di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Hindun Mulaika mengatakan, dampak buruk tersebut bisa terjadi jika pemerintah merealisasikan rencana membangun 117 PLTU batubara baru untuk memasok kebutuhan listrik di Indonesia.

Hal ini pun seharusnya dapat menjadi pertimbangan utama rencana pemerintah era Presiden Joko Widodo untuk membangun tambahan 35 gigawatt (GW) pembangkit listrik baru dan 22 GW di antaranya adalah pembangkit listrik batubara.

Pencemaran juga tak hanya terjadi di udara, tetapi di perairan. Ikan-ikan di laut yang menjadi kosumsi warga ikut tercemar. Mata pencaharian nelayan juga hilang karena tangkapan ikan terus berkurang.

Pembangkit listrik batubara merupakan energi kotor yang sudah mulai ditinggalkan beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. PLTU batubara menghasilkan polutan beracun seperti merkuri, timbal, arsenik, kadmiun, dan partikel halus lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Greenpeace Indonesia pun berharap tidak ada pembangunan PLTU batubara baru dan menutup  batubara tertua dan terkotor yang saat ini masih beroperasi. Selain itu, harus ditetapkan standar emisi bagi PLTU yang sudah beroperasi untuk melindungi kesehatan masyarakat. 

Indonesia sudah seharusnya mengembangkan energi baru yang lebih bersih. Di Tiongkok misalnya, sukses dengan pemanfaatan tenaga angin dan tenaga matahari. 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.