Kompas.com - 27/08/2015, 18:40 WIB
Mengisap shisha. ShutterstockMengisap shisha.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Siapa bilang merokok dengan hokah atau yang dikenal dengan shisha tak lebih berbahaya dari merokok tembakau biasa? Shisha selama 1 jam justru setara dengan menghisap 100 batang rokok. Mereka yang menghisap shisha pun mengalami peningkatan risiko sakit jantung, kanker, stroke, pembekuan darah, hingga berujung pada kematian.

Sayangnya, menurut studi terbaru, masih banyak anak muda yang tidak tahu mengenai bahaya merokok shisha. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Health Education & Behavior menemukan banyak pemuda yang percaya bahwa menghisap shisha adalah alternatif dari merokok yang tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan.

Peneliti menganalisis data dari 2.871 perokok dan sekitar 25 persen menilai shisha lebih aman dari merokok biasa. Anggapan itu tentu salah besar. Shisha sama bahayanya atau bahkan bisa lebih berbahaya bagi kesehatan.

Pada awal tahun ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat pun menemukan fakta bahwa shisha maupun rokok elektrik lebih populer di kalangan anak muda dibanding rokok biasa.

Penelitian terbaru menunjukkan, 62 persen orang dewasa juga percaya bahwa rokok elektrik kurang berbahaya daripada rokok biasa. Untuk itu, penyebarluasan informasi mengenai bahaya menghisap shisha memang perlu terus dilakukan.

Penulis studi, Olivia A. Wackowski dan Cristine D. Delnevo dari Rutgers School of Public Health mengatakan, pandangan yang salah mengenai shisha maupun rokok elektrik barangkali dipengaruhi oleh pesan iklan yang disampaikan. Dalam iklan, produk tersebut menawarkan berbagai macam rasa dan bagi anak muda itu adalah sesuatu hal yang baru untuk dicoba.

Menurut peneliti, shisha dan juga rokok elektrik juga bisa membuat kecanduan seperti rokok konvensional. Keduanya juga mentransfer bahan kimia ke dalam mulut dan paru-paru orang yang menghisapnya. Kebiasaan merokok shisha dan rokok elektronik juga dinilai dapat membuat seseorang pada akhirnya mencoba rokok biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rakitis
Rakitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.