Kompas.com - 11/10/2015, 16:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Pemerintah mengatakan, saat ini negara kita sudah masuk status darurat kekerasan pada anak, baik itu disertai pelecehan seks maupun tidak. Sebanyak 90 persen pelaku kekerasan dan pelecehan seksual pada anak adalah orang dekat atau minimal kenal dengan korban atau keluarga.

Ini artinya, Anda wajib mengawasi apakah ada keanehan pada orang-orang sekitar Anda dan anak Anda yang selama ini luput dari perhatian.

Menurut Dr Phillip Calvin McGraw, PhD, psikolog terkenal dan pembawa acara televisi Dr Phil di Amerika Serikat, pelaku kekerasan pada anak selalu melewati tahap yang disebut grooming pada calon korban dan/atau keluarganya sebelum melancarkan aksi yang keji.

Grooming, menurut ilmu psikologi, adalah tahap pendekatan untuk menguasai dan mendapat rasa percaya dari calon korban. Tidak semua paedofil berlaku kriminal atau berkeras melampiaskan nafsunya dengan melanggar norma yang ada.

Biasanya, mereka ini tidak mempunyai kepentingan untuk melalukan grooming. Nah, artinya jika ada seseorang melakukan gejala-gejala grooming, Anda seharusnya waspada karena bisa jadi si predator sedang menjadikan anak Anda sebagai target.

Berikut lima tahap grooming seorang predator seksual yang perlu Anda ketahui.

                                                 

Tahap 1: Mengidentifikasi calon korban

Meski pengidap paedofilia mempunyai latar belakang umur, kepribadian, dan penampilan yang berbeda, tetapi mereka mempunyai satu kesamaan dalam mengidentifikasi calon korban, yaitu mencari anak kecil yang dianggap paling rentan.

Paling rentan yang dimaksud adalah berasal dari keluarga yang rapuh, kedua orangtua sibuk bertengkar atau berpisah, dan kurang atau tidak diawasi orangtua atau orang dewasa yang menjadi kerabat dekat saat anak beraktivitas sehari-hari.

 

Tahap 2: Mengumpulkan informasi

Halaman:

Video Pilihan

Sumber dr. phil
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.