Kompas.com - 19/10/2015, 14:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana kabut asap belum juga berakhir. Terkait bencana tersebut, beberapa waktu lalu ada perbedaan pendapat mengenai jenis masker apa yang paling cocok digunakan warga yang terpapar asap.

Sekadar mengingatkan, Mentri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek, pernah mengatakan bahwa masker bedah yang selama ini banyak digunakan masyarakat adalah jenis masker yang paling tepat. Pasalnya, masker bedah tidak membuat pemakainya sesak napas,  udara masih bisa keluar dan masuk melalui pori-porinya. Masker bedah juga dianggap mampu menahan polutan kebakaran hutan yang terbilang agak besar.

Menurut Menkes, pernyataan yang mengatakan masker N95 adalah yang terbaik, kurang tepat. Masker N95 memiliki pori-pori lebih kecil dibanding masker bedah, sehingga jika pori-pori ini tertutup polutan, pemakainya akan kesulitan bernapas.


Menanggapi perdebatan ini, dr Arifin Nawas, SpP(K), MARS, Ketua Umum PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) dalam siaran pers 12 Oktober lalu  menjelaskan, bahwa sebenarnya tidak perlu ada perdebatan soal penggunaan masker.

Baik masker bedah biasa maupun masker N95 menurutnya sama-sama berguna untuk mengurangi dampak kabut asap. Masker bedah mereduksi paparan partikel yang besar sedangkan N95 mampu menahan juga partikel yang lebih kecil di bawah 10 PM, yang tidak bisa disaring oleh masker bedah.

Hanya saja, penggunaan N95  harus melalui individual fit test untuk menjamin kemampuan proteksinya. Fit test dilakukan untuk melihat apakah penggunaaan masker N95 dapat menolong atau malah menimbulkan risiko kesehatan.

N95 tidak dianjurkan dipakai di dalam rumah, untuk anak-anak, ibu hamil,  lansia, pasien penyakit kardiovaskular dan penyakit paru kronik. Penggunaan masker N95 mempunyai keterbatasan berupa ketidaknyamanan penggunaannya dan penggunaannya terbatas maksimal hanya 8 jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, pada halaman website PDPI dijelaskan bahwa komponen asap kebakaran hutan terdiri atas gas ( CO, CO2, NOx, SOx, Ozone dan lainnya), partikulat (PM10, PM2,5,u dan partikel -partikel yang sangat halus atau ultrafine particles) dan uap. Masing masing memiliki dampak terhadap kesehatan.

Ditegaskan pula, sampai saat ini tidak ada satupun jenis masker atau respirator yang 100 persen dapat memproteksi terhadap semua komponen gas dari asap kebakaran hutan.

Jangan terbalik

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.