Kompas.com - 03/12/2015, 20:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

"Kebanyakan orang tidak tahu ini," kata Dr. Nancy. "Tapi setelah usia menopause, perempuan lebih mungkin akan terpengaruh dibanding laki-laki."

 

3. Gejalanya seperti depresi, kelelahan atau sesuatu yang lain

Mengapa apnea tidur sehingga sering diabaikan? Karena gejala yang timbul begitu luas. Anda mungkin akan mengalami depresi, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mulut kering dan sakit tenggorokan, atau sejumlah gejala lainnya.

 

"Kami memiliki pasien yang didiagnosis dengan depresi, tapi ada sesuatu yang tidak benar dengan diagnosa itu," kata Dr. Nancy. "Mereka tidak membaik setelah diberi pengobatan untuk depresi, tapi depresi membaik ketika sleep apnea didiagnosis dan diobati."

 

4. Sleep apnea dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius

Sleep apnea mengganggu lebih dari sekadar tidur malam yang tidak nyenyak, padahal Anda harus pergi bekerja pagi-pagi sekali. Seiring waktu, sleep apnea bisa meningkatkan faktor risiko untuk serangan jantung, stroke, diabetes, dan kondisi serius lainnya.

Jika Anda memiliki gejala berulang kali mengalami napas berhenti sejenak pada malam hari, mintalah dokter untuk mengevaluasinya dengan sangat mendalam, termasuk mengamati pola tidur Anda semalaman.

Ini  adalah satu-satunya cara untuk dapat mendiagnosa sleep apnea secara akurat, terutama karena begitu banyak gejala tumpang tindih dengan kondisi kesehatan lainnya.

 

5. Anda dapat melakukan sesuatu untuk mengatasinya

Ada beberapa cara untuk mengatasi sleep apnea. Menjaga berat badan tetap ideal, menghindari alkohol dan obat penenang lainnya yang dapat mengubah  kebiasaan tidur Anda.

Tapi perubahan pola hidup yang sederhana tidak selalu ampuh untuk semua orang. JIka Anda salah satu di antaranya, cobalah untuk mempertimbangkan terapi PAP (positive airway pressure) atau pengugnaan masker oksigen selama Anda tidur.

"Anda  harus menggunakannya setiap malam untuk bisiasa merasakan manfaatnya. Ini bukan pengobatan instan, ini adalah  perubahan gaya hidup," jelas Dr. Nancy.

Jika Anda tidak memilih PAP, ada opsi lain misalnya bedah jalan pernapasan bagian atas atau terapi stimulasi saraf hypoglossal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.