Kompas.com - 16/12/2015, 17:10 WIB
Terapi merasakan mati untuk mengurangi keinginan bunuh diri di Korea Selatan. Francoise Huguier Terapi merasakan mati untuk mengurangi keinginan bunuh diri di Korea Selatan.
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri yang cukup tinggi, bahkan di urutan teratas di antara 34 negara. Untuk orang muda, tuntutan untuk sukses di sekolah dan mendapat pekerjaan bagus di perusahaan besar menjadi salah satu pemicunya.

Di Negeri Ginseng tersebut kini ditawarkan terapi untuk mengurangi keinginan bunuh diri. Terapi psikologis tersebut cukup unik karena para peserta akan mencicipi pengalaman mati agar lebih menghargai kehidupan.

Mereka yang mengikuti terapi tersebut adalah orang-orang yang punya masalah depresi, stres, atau keinginan bunuh diri.

Fotografer Perancis Francoise Huguier mendokumentasikan terapi tersebut di Hyowon Healing Center di Seoul, Korea Selatan.

Para partisipan terapi ini dibuat seolah-seolah sedang menghadiri pemakamannya sendiri. Memakai pakaian orang mati, para peserta diminta berbaring di dalam peti mati kayu selama kurang lebih 10 menit.

Mereka datang ke pusat penyembuhan psikologis itu karena keinginan sendiri atau pun dirujuk oleh dokter.

Sebelum terapi dimulai, masing-masing peserta akan difoto dan hasilnya dibingkai untuk dipasang di dekat peti mati.

Kemudian mereka diminta mendengarkan pidato singkat tentang bunuh diri dan film emosional sebelum berganti kostum orang meninggal. Sebelum masuk ke peti mereka juga menuliskan pesan perpisahan dan membacakannya.

Lalu satu persatu mereka masuk ke dalam peti mati dan lampu diredupkan. Walau peti ditutup namun mereka tetap bisa bernapas karena ada lubang ventilasi kecil.

Ketika peti dibuka, reaksi para peserta beragam. "Ada yang menangis karena calustrophobia, ada yang tertidur, ada yang bangun dengan perasaan gembira, tapi ada juga yang langsung selfie," kata Huguier.

Huguier mengatakan, "pengalaman mati" mungkin hanya ada di Korea Selatan. "Di tempat lain orang akan pergi ke psikolog, tapi tak ada pengalaman seperti ini," ujarnya.

Terapi tersebut memang cukup berguna karena ada dalam satu kelompok besar dan saling berbagi pengalaman. "Kalau tidak begitu, orang yang berbaring di peti mati akan terlihat seperti orang gila," katanya.

Huguier menambahkan, para peserta mengaku terapi ini membuat mereka merasa lebih baik. "Kepala pusat terapi itu mengatakan, 'Sekarang Anda tahu seperti apa kematian. Anda hidup. Berjuanglah untuk Korea'.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.