Kompas.com - 11/01/2016, 18:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyatakan telah mendukung penelitian Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) atau lebih dikenal sebagai rompi antikanker yang diciptakan oleh Warsito Purwo Taruno.

Namun, untuk bisa digunakan pada masyarakat, rompi antikanker Warsito harus melalui tahap penelitian sesuai standar yang ditentukan oleh World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.

"Kita akan lanjutkan penelitian yang dilakukan Warsito untuk sampai penelitian yang benar sesuai dengan tahapan standar dari WHO," ujar Pelaksana Tugas Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementes Tri Tarayati saat kunjungan ke CTECH Lab Edwar Technology, Alam Sutera, Tangerang, Senin (11/1/2016).

Tri mengatakan, ketentuan ini memang dilakukan jika ada alat kesehatan baru atau obat-obatan baru. Sebab, inovasi baru di bidang medis menyangkut nyawa manusia.

Dalam sebuah penelitian, lanjut Tri, dikenal dengan singkatan PICO, yaitu patient, intervention, comparison, dan outcome yang harus jelas. Tri memberikan contoh adanya penelitian alat kesehatan yang mirip dengan ciptaan Warsito di Amerika Serikat. Jika telah dibuktikan secara ilmiah dari sisi keamanan dan pemanfaatannya bagi kesehatan sesuai standar WHO, alat tersebut baru bisa digunakan oleh masyarakat.

"Di Amerika Serikat misalnya, alat itu sudah melalui uji klinis fase tiga untuk satu jenis kanker. Jadi pembuktian secara bertahap. Itu kami harapkan juga bisa jadi acuan untuk menilai apa yang dilakukan Pak Warsito," terang Tri.

Saat ini, pemerintah masih mengkaji ulang hasil penelitian Warsito. Untuk sementara, CTECH Lab Edwar Technology atau tempat riset kanker Warsito tidak menerima pasien baru.

Menristekdikti Mohamad Nasir menegaskan, pemerintah bukan bermaksud mematikan inovasi yang dilakukan Warsito dan kawan-kawan. Akan tetapi, penelitian perlu dilakukan pendampingan hingga akhirnya terbukti aman dan bermanfaat untuk masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.