Sering Stres Juga Bisa Memicu Diabetes

Kompas.com - 26/01/2016, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Bukan cuma donat dan minuman manis yang meningkatkan risiko seseorang menderita diabetes. Stres berat ternyata juga dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis ini.

Mereka yang memiliki manajemen stres buruk beresiko 1,5 kali lebih tinggi menderita diabetes dibandingkan dengan orang yang lebih tangguh menghadapi stresnya.

Menurut Casey Crump, Ph.D, stres kronik akan mengacaukan kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah.

Saat stres, kadar hormon kortisol akan naik. Hormon yang juga berperan penting dalam respon "lawan atau tinggalkan" saat stres ini bisa memicu peningkatkan kadar gula darah.

Karenanya, saat ini berada dalam kondisi kecemasan terus menerus, tubuh tidak bisa membuat kadar gula darah kembali normal.

Selain stres, Crump menegaskan bahwa kebiasaan tidak sehat ikut berkontribusi. "Orang yang sedang stres juga lebih sering mengasup makanan tidak sehat dan level aktivitas fisiknya rendah. Perilaku itu menyebabkan kegemukan yang akhirnya menyebabkan resistensi insulin," katanya.

Memang kita tidak harus berhenti dari pekerjaan kita yang penuh stres, tapi jika kita mampu mengendalikan stres, maka dampak negatif dari tingginya kortisol ini tidak sampai merugikan kesehatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X