Kompas.com - 19/02/2016, 20:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Tak hanya harus rajin olahraga, untuk menjadi sehat juga perlu tidur yang cukup pada malam hari.

Sebuah penelitian mengungkapkan, tidur selama tujuh hingga delapan jam per hari dan olahraga 30-60 menit per hari selama tiga kali seminggu, bisa mengurangi risiko stroke.

Temuan ini dipresentasikan para peneliti dari New York University School of Medicine dalam pertemuan di American Stroke Association's International Stroke Conference di Los Angeles.

Penelitian dilakukan terhadap 288.888 orang dewasa dalam survei yang dilakukan dari tahun 2004-2013. Penelitian menunjukkan, sejumlah pemuda yang tidur 7-8 jam per hari 25 persen lebih kecil risikonya terkena stroke.

Peneliti juga mengamati aktivitas olahraga para pemuda, seperti lari, berenang, dan bersepeda.

Sementara itu, mereka yang tidurnya kurang dari tujuh jam, 22 persen lebih berisiko stroke. Stroke bisa terjadi ketika aliran darah ke otak tidak lancar. Stroke menyumbang kasus kematian cukup tinggi setelah jantung dan kanker di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Stroke bisa menyebabkan kecacatan ketika fungsi otak telah mengalami kerusakan. Faktor risiko stroke antara lain, merokok, minum alkohol, kelebihan berat badan, dan jarang olahraga. Stroke juga bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Umumnya, stroke menyerang pada usia di atas 55 tahun. Namun, meningkatnya gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan kasus stroke juga ditemui pada usia muda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.