Kompas.com - 06/03/2016, 11:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Keracunan makanan bagi sebagian besar orang menimbulkan rasa yang tidak nyaman di perut, dari yang ringan seperti mual dan sakit perut, hingga kasus berat seperti muntah-muntah, diare, hingga hilang kesadaran. Yang membuat kondisi semakin para ialah banyak orang yang membiarkan kondisi tersebut berlarut tanpa penanganan dokter.

CDC mengatakan, kontaminasi makanan dapat terjadi karena beberapa hal. Sayuran dan buah yang tidak dicuci serta daging yang kurang matang dinilai sebagai pemicu utama. Kebersihan dalam proses memasak dan penyajian juga kerap menjadi alasan.

Namun, keracunan makanan tak hanya berisiko terjadi saat Anda makanan di luar. Anda juga bisa berisiko keracunan karena makanan di dalam rumah. Berikut 5 cara agar bahan makanan di rumah terhindar dari kontaminasi mikroba berbahaya.


1. Jangan membiarkan makanan dalam suhu ruang lebih dari 3 jam.
Makanan yang ditinggalkan pada suhu ruang selama berjam-jam baik itu di rumah, pesta, atau restoran prasmanan, tanpa dimasak kembali sebelum dimakan adalah sumber utama dari kasus keracunan makanan.

Spora dan racun yang dikeluarkan oleh bakteri biasa ditemukan pada makanan yang dibiarkan lebih dari 3 jam dalam suhu ruang.

"Spora berkembang di 'zona bahaya' 5 sampai 60 derajat Celcius," kata Gabrielle Judd, seorang ahli diet dari University of Maryland Medical Center.

Bakteri penghasil spora adalah Clostridium Perfringens, salah satu penyebab paling umum keracunan makanan di Amerika Serikat. Pelaku lain yang memroduksi racun pada suhu ruang adalah Bacillus, biasa ditemukan dalam nasi, sup, saus, dan sisa makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


2. Unggas harus benar-benar matang.
“Berhati-hatilah terhadap unggas mentah. Setidaknya setengah dari ayam mentah menghasilkan campylobacter, penyebab lebih dari 500.000 kasus keracunan makanan di Inggris Raya," kata Andrew Roe bakteriologi dari University of Glasgow.

Roe menambahkan, "Empat dari lima kasus keracunan makanan berasal dari unggas yang kurang matang dan terkontaminasi.”

Judd menambahkan bahwa kontaminasi tak hanya datang dari proses pemasakan yang kurang matang, namun juga dalam proses persiapan.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.