Kompas.com - 10/03/2016, 16:09 WIB
Seorang bocah mendapatkan imunisasi polio. Kompas/Bahana Patria GuptaSeorang bocah mendapatkan imunisasi polio.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pada tahun 2014, Indonesia mendapat sertifikat bebas polio dari organisasi kesehatan dunia (WHO). Sertifikat ini bukan berarti Indonesia boleh berhenti waspada. Pasalnya, masih ada virus yang mungkin datang dari negara-negara yang belum bebas polio.

Untuk memertahankan status bebas polio, Maret ini, pemerintah mencanangkan Pekan Imunasisi Nasional di mana para balita akan diberi vaksin untuk mencegah penyakit polio.

Dua jenis vaksin polio
Vaksin polio terdiri dari dua jenis, yaitu vaksin polio oral dan vaksin polio suntik.

Vaksin polio oral diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Vaksin polio oral mengandung virus yang sudah dilemahkan. Vaksin jenis ini memberi kekebalan lebih melalui pencernaan. Vaksin oral harganya lebih murah dari vaksin suntik.

Jadwal pemberian vaksin oral pada bayi adalah pada usia nol yaitu saat bayi baru dilahirkan, dua, empat dan enam bulan.

Vaksin suntik berisi komponen virus yang telah dimatikan. Sampai saat ini, harga vaksin suntik jauh lebih mahal daripada vaksin oral. Jadwal pemberian vaksin suntik adalah lima kali seperti di berikut ini:
- Usia dua, tiga dan empat bulan.
- Sekitar usia tiga sampai empat tahun sebagai booster prasekolah.
- Sekitar usia 13-18 tahun sebagai booster masa remaja.

Keamanan
Karena vaksin polio oral berisi virus yang dilemahkan, anak yang daya tahan tubuhnya sedang lemah saat pemberian vaksin, bisa saja terinfeksi virus yang dilemahkan tersebut. Karena itu, pastikan anak dalam keadaan yang benar-benar sehat saat menerima vaksinasi.

Selain itu, virus yang masih hidup namun telah dilemahkan dapat keluar melalui feses, sehingga ada kemungkinan kecil virus menular ke orang lain.

Dampak lain yang dikhawatirkan dari vaksin oral adalah terjadinya Vaccine Derrived Polio Virus (VDPV), yaitu suatu keadaan di mana virus polio bermutasi menjadi ganas dan dapat menimbulkan kasus polio lagi.

Vaksin suntik, karena mengandung komponen virus yang sudah mati, terbilang lebih aman dibanding vaksin oral - meski harganya memang tidak murah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Distonia
Distonia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Distonia

Distonia

Penyakit
9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Health
Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss

Penyakit
Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

Health
Multiple Myeloma

Multiple Myeloma

Penyakit
5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

Health
11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

Health
Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Health
8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

Health
Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Health
Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Health
Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.