Kompas.com - 10/03/2016, 17:40 WIB
Petenis Rusia Maria Sharapova berselebrasi usai memukul petenis Ameria Serikat Coco Vandeweghe dalam perempat-final Wimbledon 2015 di All England Tennis Club, Wimbledon, London, 7 Juli 2015. Sharapova menang 6-3, 6-7, 6-2. AFP PHOTO / GLYN KIRKPetenis Rusia Maria Sharapova berselebrasi usai memukul petenis Ameria Serikat Coco Vandeweghe dalam perempat-final Wimbledon 2015 di All England Tennis Club, Wimbledon, London, 7 Juli 2015. Sharapova menang 6-3, 6-7, 6-2.
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Meldonium, obat yang dianggap sebagai doping dan juga dipakai oleh petenis Maria Sharapova, ternyata cukup sering digunakan di komunitas atlet elit.

Hal itu terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh European Olympic Committess Medical dan Anti-Doping Commision. Penelitian itu dilakukan pada ajang olahraga Eropa di Baku, Juni 2015, sebelum meldonium dilarang oleh World Anti-Doping Agency.

Ada tiga faktor yang diteliti, yakni pengakuan pribadi atlet, pernyataan dari tim medis tentang obat yang dikonsumsi atlet, dan juga hasil tes. Ternyata, sekitar 8,7 persen yang dites positif (walau hanya 3,5 persen yang menyatakan memakainya).

Dari para peraih medali atau pemenang kompetisi, 13 mengonsumsi meldonium selama ajang olahraga, dan juga atlet yang berasal dari 15 negara.

Meldonium baru dilarang mulai 1 Januari 2016, tetapi hasil tes Sharapova positif sekitar satu bulan kemudian di ajang Australia Open. Petenis cantik itu mengaku tidak membaca informasi terbaru mengenai daftar obat yang dilarang.

Meldonium merupakan obat yang ditujukan untuk meningkatkan sirkulasi oksigen pada pasien dengan gangguan jantung. Karena obat ini bisa membuat penggunanya merasa lebih aktif dan juga meningkatkan fungsi motor, maka efek tersebut dianggap membantu para atlet meningkatkan performanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthland
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.