Kompas.com - 24/03/2016, 15:15 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, diperkirakan 67.000 orang meninggal dunia karena TB setiap tahunnya atau 6-7 orang meninggal per hari.

Upaya penurunan kasus TB terus dilakukan untuk mencapai target dunia mengeradikasi TB tahun 2050. Pemerintah Indonesia sendiri mencanangkan program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis).

"Kita berupaya menemukan 500.000 kasus dalam satu tahun dan kita beri pengobatan sampai sembuh," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan HM Subuh dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Subuh mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana untuk 600 ribu paket obat. Selain itu, sebanyak 10 ribu Puskesmas akan diberikan mikroskop terbaru untuk mendeteksi kuman TB.

"Kalau kita mau menurunkan kasus ini, harus dengan cara yang progresif. Bukan hanya menurunkan, cita-cita kita eliminasi, bahkan eradikasi tahun 2050," kata Subuh.

Penyakit TB bisa sembuh total jika pasien minum obat secara teratur dan tuntas. Meski demikian, penularan terus terjadi, karena cukup banyak pasien TB tidak berobat dengan tuntas. Lamanya pengobatan, minimal 6 bulan, membuat banyak pasien bosan konsumsi obat.

Sejak kuman TB ditemukan pada 24 Maret 1882 oleh mikrobiolog Jerman Robert Koch, belum ada negara yang dinyatakan bebas TB.

Pasien TB juga kerap mendapat stigma dari masyarakat, bahkan keluarga sendiri. Stigma hanya akan menghambat proses penyembuhan, sehingga penularan justru akan terus terjadi.

Subuh mengatakan, pemerintah pun melakukan pendekatan kepada keluarga pasien TB. Keluarga harus memberikan dukungan dan mengingatkan pasien TB untuk konsumsi obat hingga tuntas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rakitis
Rakitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.