Kompas.com - 05/04/2016, 20:00 WIB
Natasha Wood aktif bersepeda sebelum terkena kanker usus. dok. Mirror.co.ukNatasha Wood aktif bersepeda sebelum terkena kanker usus.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Natasha Wood tak pernah menyangka didiagnosis memiliki kanker usus. Selama ini, ia merasa sudah menjalani hidup sehat. Beberapa tahun belakangan, ia aktif berolahraga.

Agustus lalu, ia bersepeda 312 mil (setara 502 km lebih) dari Rumah Sakit Newcastle Freeman ke London dalam rangka mengumpulkan dana untuk ayahnya, Andrew, yang dirawat karena kelainan jantung bawaan. Natasha juga berenang 2 mil (3,2 km) di Danau Windermere, berlari maraton, dan bermain kayak di Skotlandia.

"Saya fit dan sehat tahun lalu, bagaimana saya bisa terkena kanker usus pada usia 30 tahun?" kata Natasha seperti dikutip Mirror.co.uk.

Mulanya, Natasha hanya merasa kram di perutnya dan juga diare. Ia berpikir, rasa sakitnya karena stres menghadapi pekerjaan dan gangguan pencernaan. Natasha kemudian pergi ke dokter ditemani kekasihnya, Dominic Mander (33).

Setelah pemeriksaan, ia dibawa ke ruang konsultasi. Hasilnya, dokter menyatakan bahwa Natasha terkena kanker usus dan sudah berukuran 7 cm.

"Saya masih muda, bugar, dan sehat. Bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Natasha. Pertanyaan itu terus muncul di pikirannya. Berulang kali, ia mencoba menerima diagnosis kanker usus.

Natasha sangat takut memberi tahu kedua orangtuanya, Andrew dan Susan. Selain itu, ia juga harus meminta saudara perempuannya, Madeleine dan Chantal, untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap saudara kandung diperlukan untuk mengetahui apakah kanker usus yang diderita Natasha diturunkan secara genetis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal lain yang membuat dirinya ketakutan adalah saat pemeriksaan CT scan untuk melihat apakah kanker menyebar ke organ lain. Tumor ganas itu akhirnya diangkat dengan operasi minimal invasif selama 4 jam dan juga di bagian kelenjar getah bening.

Tak hanya itu, Natasha juga harus menjalani 12 kali kemoterapi. Kemoterapi di usia subur membuat Natasha cemas karena akan memengaruhi kesuburannya. Terlebih lagi, saat itu, ia dan Dominic berencana untuk menikah.

Akhirnya, Natasha mengikuti program bayi tabung dengan simpan beku sel telur sebelum kemoterapi. Selesai pengobatan, Natasha bisa menjalankan program bayi tabung.

Natasha mengungkapkan, kanker usus bisa terjadi karena faktor usia, riwayat keluarga, atau pernah terdapat polip di usus. Siapa pun bisa terkena kanker.

"Saya adalah contoh utama. Anda tidak pernah terlalu muda atau terlalu fit untuk terkena kanker usus," kata Natasha.

Menurut dia, pencegahan terbaik adalah konsumsi makanan yang sehat, lebih banyak ikan dan serat, kurangi junk food, tidak merokok dan minum alkohol, serta olahraga teratur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.