Kompas.com - 07/04/2016, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Walau bukan penyakit menular, tetapi jumlah orang yang menderita diabetes terus bertambah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terjadi peningkatan empat kali lipat penderita diabetes dalam seperempat abad.

Pada tahun 2014, secara global terdapat 422 juta orang yang sakit diabetes. Diabetes memang ditemukan tumbuh di seluruh dunia, tapi penambahan paling tinggi ada di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Di Asia Tenggara, ada 96 juta penyandang diabetes dan diprediksi terus meningkat. Dari 3,7 juta kematian akibat diabetes di dunia, lebih dari seperempatnya di Asia Tenggara.

Salah satu pemicu ledakan jumlah diabetesi itu antara lain kelebihan berat badan, obesitas, penuaan, serta bertambahnya populasi penduduk.

"Kita harus mengubah kebiasaan sehari-hari, mulai makan secara sehat, aktif secara fisik, dan menghindari kelebihan berat badan," kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.

Sekitar dua tahun lalu, WHO melaporkan ada 8,5 persen dari populasi penduduk dunia menderita diabetes. Naik 108 juta atau 4,7 persen sejak tahun 1980.

Organisasi yang berkedudukan di Jenewa ini menyebutkan konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula sebagai penyebabnya.

Menurut Prof.Sidartawan Soegondo, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena diabetes tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak menyadari dirinya sudah menderita penyakit ini.

Kebanyakan orang malas melakukan pemeriksaan ke dokter jika tidak ada keluhan berat pada tubuhnya.

"Padahal, selama ini tidak pernah aktivitas fisik, pola makannya tidak dijaga, sudah ada keluarga yang terkena diabetes, tetapi tidak pernah periksa," kata Sidartawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.