Kompas.com - 07/04/2016, 13:05 WIB
Ilustrasi sheknows.com/ gettyimagesIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, sebuah studi studi baru menemukan, bekerja lebih dari 50 jam seminggu dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung, yaitu serangan jantung.

 

Artinya, bila Anda memiliki jam kerja sebanyak 8 jam setiap hari, dengan jumlah hari kerja sebanyak 5 kali dalam seminggu, Anda hanya memiliki batas waktu lebur sebanyak 10 jam dalam seminggu.

 

Untuk Anda yang bekerja 6 hari seminggu, tandanya Anda hanya boleh lembur sebanyak 2 jam per minggu. Lebih dari itu, Anda bisa dihadapkan dengan risiko kesehatan jangka panjang.

 

Untuk lebih memahami hubungan antara jam kerja dan kesehatan jantung, para peneliti menganalisis data dari 1.900 pekerja dan melihat bagaimana para pekerja memanfaatkan jam kerja mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Pekerja yang menjadi responden setidaknya telah bekerja selama 10 tahun sebagai pegawai tetap atau penuh waktu. Lalu, para peneliti mencatat setiap kejadian yang terkait dengan penyakit kardiovaskular yang telah didiagnosa oleh dokter.

 

Peneliti menemukan, risiko peserta untuk terkena penyakit jantung semakin meningkat seiring dengan penambahan jam lembur.

 

Peserta yang bekerja 55 jam seminggu selama 10 tahun memiliki risiko 16 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung ketimbang mereka yang rata-rata bekerja 45 jam per minggu. Bahkan, peserta yang bekerja rata-rata 60 jam seminggu memiliki risiko 35 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung selama 10 tahun ke depan.

 

“Walau penelitian sebelumnya pernah mengaitkan antara jam kerja yang panjang dengan penyakit jantung, penelitian ini adalah yang pertama yang menunjukkan besarnya kemungkinan seseorang terserang penyakit jantung terkait dengan jumlah jam lembur," kata penulis studi Sadie H. Conway, dari University of Texas Health Sciences Center.

 

Dengan kata lain, penelitian ini mampu menunjukkan efek negatif dari peningkatan jam lembur terhadap kesehatan jantung para peserta.

Baca tentang

Sumber Yahoo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.