Kompas.com - 17/04/2016, 17:21 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Lebih dari 200 penyakit, mulai dari diare hingga kanker, dipicu kontaminasi aneka mikroorganisme dan zat kimia tertentu pada makanan. Dampak dari makanan tak sehat itu sangat membebani ekonomi. Namun, kesadaran negara-negara ASEAN untuk menjamin keamanan pangan bagi warganya belum seragam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menyebutkan, ada 600 juta orang atau satu dari 10 penduduk bumi menderita berbagai penyakit akibat makanan terpapar bakteri, virus, parasit atau zat kimia tertentu. Sebanyak 420.000 orang di antaranya meninggal. Kerugian akibat hilangnya kehidupan yang sehat (DALYs) akibat konsumsi makanan tak aman itu mencapai 33 juta tahun.

Dari berbagai penyakit itu, diare yang paling umum diderita. Pada tahun yang sama, diare diderita oleh 550 juta orang dan merenggut 230.000 nyawa di seluruh dunia. Kelompok terentan adalah balita karena sekitar 40 persen mengalaminya. Diare pada balita berisiko tinggi karena memicu kekurangan gizi yang dampaknya terasa sampai dewasa hingga lanjut usia.

Pentingnya manfaat pangan aman itu membuat sejumlah negara maju mengatur ketat pangan yang akan dikonsumsi warganya, baik yang diproduksi di negaranya maupun diimpor. Di negara-negara ASEAN, kesadaran itu sudah muncul. Namun, implementasinya di sejumlah negara sangat beragam. Ada yang baru mulai menginisiasi, ada yang sudah bisa menerapkannya secara ketat.

Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh saat peluncuran Pusat Kajian Risiko Keamanan Pangan ASEAN atau ASEAN Risk Assessment Centre (ARAC)for Food Safety di Putrajaya, Malaysia, Selasa (22/3), mengatakan, keamanan pangan itu penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 650 juta warga ASEAN.

"Untuk mempertahankan kinerja ekonomi ASEAN yang kuat dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan rakyat yang sehat," katanya.

ARAC merupakan lembaga yang diinisiasi para menteri kesehatan ASEAN pada pertemuan ke-12 di Hanoi, Vietnam, 18 September 2014. Pembentukannya dibantu Uni Eropa melalui Dukungan Uni Eropa untuk Integrasi Regional ASEAN (ARISE).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lembaga itu akan menjadi pusat koordinasi negara-negara ASEAN untuk melakukan kajian ilmiah atau memberi penilaian saintifik atas berbagai persoalan keamanan pangan. Hasil kajian akan digunakan menyusun kebijakan keamanan pangan di ASEAN. Dengan dasar saintifik, penilaian yang diberikan diharap independen dan transparan.

 

Kajian ilmiah

Penasihat Menteri Bidang Kesehatan dan Keamanan Pangan Uni Eropa (DG Sante) Perwakilan Asia Tenggara Patrick Deboyser mengatakan, dasar-dasar saintifik penting sebagai acuan penilaian keamanan pangan agar diperoleh standar keamanan yang seragam. Ilmuwan pun terkadang berbeda pendapat menilai sesuatu hal. Karena itu, jika ada acuan penilaian tertentu, misalnya dari Badan Kedokteran Eropa (EMA), keputusan lebih mudah diambil.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.