Kompas.com - 17/04/2016, 20:15 WIB
Contoh rokok elektronik ShutterstockContoh rokok elektronik
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Seorang remaja berusia 14 tahun mengalami kebutaan pada salah satu matanya, bahkan berpotensi mengalami kerusakan mata permanen, setelah diduga melakukan uji coba penggunaan rokok elektronik di sebuah kios mal di Brooklyn, New York.

 

Sehingga menimbulkan pertanyaan; seberapa amankah produk rokok elektronik yang ada di pasaran saat ini?

 

Leor Domatov mengatakan, kala itu ia sedang mencoba sebuah produk rokok elektronik di kios Plaza Vapes di Brooklyn Kings Plaza. Tak lama setelah seorang karyawan toko menghubungkan produk dengan baterai, rokok elektronik yang ia pegang pun meledak di tangan dan wajahnya.

 

"Aku tidak bisa melihat apa-apa karena kornea saya terluka," kata Domatov kepada salah satu stasiun berita.

 

Domatov, remaja yang baru berusia 14 tahun, secara hukum masih dilarang untuk membeli produk rokok asli maupun rokok elektronik karena masih terbilang anak di bawah umur.

 

Ayah Domatov kini melayangkan tuntutan kepada pemilik kios dan mal karena melegalkan penjualan rokok elektronik untuk anak di bawah umur.

 

Walau para pelaku industri rokok elektronik berpendapat bahwa produk mereka aman digunakan dan merupakan alternatif sehat untuk menggantikan rokok tembakau—karena pengguna tidak menghirup asap karsinogenik—insiden ini menambah pertanyaan lain tentang keamanan produk rokok elektronik.

 

Sebelumnya, Stanton Glantz, profesor dari Pusat Penelitian, Pendidikan, dan Pengendalian Tembakau University of California, San Francisco berkata, "Rokok elektronik dipromosikan sebagai sarana untuk berhenti merokok, tapi nyatanya, rokok elektronik justru efek sebaliknya. Kami menemukan bahwa penggunaan rokok elektronik tidak menunjukkan efek yang signifikan dalam kebiasaan merokok.”

 

Dr Norman Edelman, penasihat ilmiah senior untuk American Lung Association menambahkan, rokok elektronik cenderung mengganggu upaya berhenti merokok.

 

Dengan kata lain, selain tak memberi banyak perubahan positif terhadap kebiasaan merokok, keamanan dari produk rokok elektronik yang dijual di pasaran kini juga menjadi pertanyaan. Konsumen diminta untuk lebih berhati-hati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.