Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/04/2016, 18:17 WIB
Lily Turangan

Penulis

Sumber Stethnews

KOMPAS.com - Makanan yang Anda makan memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan, termasuk tingkat pH atau keasaman tubuh.

 

Tubuh Anda harus memiliki pH yang seimbang, sehingga dapat memecahkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencegah tubuh menjadi terlalu asam dan tetap alkali (basa) untuk menghindari berbagai penyakit.

 


Alkaline vs Asam
Tubuh yang terlalu asam dapat menempatkan Anda pada risiko menderita beragam penyakit kronis, penuaan dini, dan masalah berat badan.

 

Anda perlu menjaga pH tubuh seimbang, sehingga tubuh bisa berfungsi dengan baik. Kuncinya adalah dengan menambahkan lebih banyak makanan alkali ke dalam diet Anda. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan tubuh:

- Membantu Anda tidur lebih baik

- Meningkatkan energi

- Memperlambat penuaan

- Melindungi Anda terhadap kanker

- Menjaga Anda tetap fokus sepanjang hari

- Penelitian telah menunjukkan bahwa jika pola makan yang sebagian besarnya terdiri dari makanan yang bersifat alkali, dapat meningkatkan kualitas hidup hingga 80%.

 

Dalam keadaan alami, tubuh memiliki kondisi yang lebih basa ketimbang asam, karena memiliki pH 7,365. Oleh karena itu, Anda harus selalu mencoba untuk menjaga keseimbangannya dengan mengonsumsi makanan yang bersifat alkali seperti:


- Jawawut
- Kastanye
- Kacang almond
- Protein whey
- Biji chia
- Mentimun
- Melon
- Jeruk lemon
- Sayuran hijau
- Tahu dan tempe

 

Kebanyakan sayuran sebenarnya basa, sehingga Anda hanya perlu untuk memasukkan lebih banyak sayuran ke dalam pola makan harian Anda. Begitu juga dengan zaitun, kacang, dan jagung.

 

Sementara untuk buah-buahan, ada yang bersifat alkali namun ada juga yang asam dan perlu dikurangi terutama jika tingkat pH Anda sudah asam. Misalnya adalah:

- Bluberi
- Cranberries
- Plum
- Kismis

 

Anda juga sebaiknya berhenti mengonsumsi buah kalengan, karena buah kalengan akan menciptakan lebih banyak asam dalam tubuh.


Membedakan Makanan yang Bersifat Alkaline dan Asam

Sebenarnya cukup sulit untuk menentukan apakah suatu makanan bersifat asam atau basa. Misalnya, Anda mungkin sudah tahu bahwa lemon bersifat asam, tetapi efeknya pada tubuh adalah basa ketika mereka dicerna di perut.

 

Sementara itu, produk daging diukur alkali, tetapi mereka benar-benar menciptakan lebih banyak asam dalam tubuh.

 

Perhatikan juga, bahwa makanan bukan satu-satunya hal yang menyebabkan naiknya asam di dalam tubuh. Faktor-faktor lain, seperti kekurangan oksigen, stres, dan racun dari lingkungan yang terpolusi, juga dapat meningkatkan asam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau