Kompas.com - 13/05/2016, 11:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - "Ketika Anda menempatkan benda dengan wangi-wangian buatan dalam vagina, maka Anda akan membunuh bakteri baik yang ada di sana dan kemudian memicu berkembangnya bakteri jahat," kata Draion Burch, DO, spesialis kandungan dari University of Pittsburgh School of Medicine Dept of Obstetrics yang dikenal dengan nama Dr. Drai.

 

Menurutnya, hampir semua jenis tampon yang berpewangi dapat menyebabkan vaginosis bakteri, sehingga vagina Anda malah akan tercium seperti ikan busuk.

 

Sehingga, produk yang konon dirancang untuk membuat aroma vagina menjadi "lebih baik"—walau dengan aroma bunga yang tak wajar—dapat benar-benar menimbulkan infeksi dan menghasilkan aroma yang berkebalikan dari apa yang dirahapkan. Hal ini juga berlaku pada pantyliner atau pembalut dengan aroma.

 

Tampon dengan pewangi tak jauh berbeda dengan sabun vagina dengan wangi menyengat. Produk tersebut masih ada di pasaran karena wanita cenderung tidak merasa “aman” terhadap dirinya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dr. Drai memperingatkan, keseimbangan pH vagina bisa lebih terganggu ketika diberi aroma buatan ketimbang saat vagina mengeluarkan aroma alaminya. Aroma buatan hanya memberi efek sementara, sementara efek jangka panjang justru buruk, membuat aroma vagina menjadi semakin tidak enak.

 

Jadi, jika Anda mencoba salah satu produk tersebut dan memiliki reaksi negatif, seperti gatal, lembab berlebihan, dan panas, hentikan segera penggunaan dan amati apakah ada infeksi setelah 24 jam. Jika ada, Dr. Drai merekomendasikan untuk segera menuju ke dokter.

 

Jadi, apa yang harus Anda gunakan untuk membersihkan vagina?

 

"Tidak ada!" kata Dr Drai. "Secara berkala vagina akan membersihkan dirinya sendiri. Biarkan vagina melakukannya dengan cara yang alami.”


Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X