Kompas.com - 13/06/2016, 03:47 WIB
Ilustrasi diabetes ThinkstockIlustrasi diabetes
|
EditorBestari Kumala Dewi

BAUBAU, KOMPAS.com – Bagi penderita penyakit diabetes dengan kadar gula yang tinggi dianjurkan untuk tidak menjalani puasa selama bulan Ramadhan. Pasalnya, jika dipaksakan, justru akan membahayakan tubuh penderita diabetes itu sendiri.

Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospital Buton, dr Akhyar Albaar SpPD, dalam seminar Menjaga Kesehatan dan Asupan Nutrisi bagi Penderita Diabetes Selama Berpuasa, di Rumah Sakit Siloam Buton, Minggu (12/6/2016), ada empat kelompok penderita diabetes yang dianjurkan untuk tidak berpuasa.

“Pertama, penderita yang menggunakan insulin dua macam, malam dan setiap mau makan. Kemudian, penderita diabetes yang sebelum makan kadar gulanya mencapai 250 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl. Lalu, penderita yang menjalani cuci darah dan penderita yang infeksi,” kata Akhyaar.

Selama ini penderita diabetes memiliki pandangan, kalau tidak makan, maka kada gula darahnya akan menurun. Namun menurut Akhyaar, tidaklah demikian.

“Ketika kadar gulanya terlalu tinggi dan kita paksakan berpuasa, maka kadar lemak dan protein dihancurkan. Ini yang menjadi racun yang membahayakan pasien dan gula darah akan semakin tinggi,” ujarnya.

Namun, semua kembali kepada penderita diabetes apakah akan tetap berpuasa atau tidak sama sekali. Agar tetap sehat, Akhyar pun memberikan tip bagi penderita diabetes untuk menjalani puasa di bulan Ramadhan:

1. Saat makan sahur, sebaiknya penderita diabetes lebih baik makan saat mendekati imsak.

2. Saat makan sahur, sebaiknya menggunakan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti beras merah, jagung dan gandum.

3. Pada saat berbuka puasa, hindari makan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti kue kering ataupun donat.

4. Pengaturan obat sesuai anjuran dokter. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.