Kompas.com - 15/08/2016, 08:03 WIB
|
EditorLatief


KOMPAS.com – Pengidap diabetes disarankan untuk tetap melakukan olahraga rutin. Namun, jangan malah salah memilih olahraga terlarang bagi mereka.

Aktivitas fisik bagi penderita diabetes tidak hanya bermanfaat menjaga kadar gula darah, melancarkan sistem aliran darah, atau pembentukan otot. Olahraga juga membantu badan untuk menyerap glukosa lebih baik, yang ujung-ujungnya menurunkan kadar gula darah.

Selain itu, olahraga pun menopang kinerja insulin dalam menyerap glukosa—gula darah—untuk disalurkan ke seluruh sel tubuh sebagai pembentuk energi.

Namun, ternyata ada sejumlah olahraga yang malah terlarang dilakukan penderita diabetes, terutama mereka yang sudah mengidap komplikasi penyakit ini. Alasannya, beberapa gerakan olahraga tertentu justru dapat membuat diabetes semakin parah.

Untuk pengidap diabetik retinopati, misalnya, olahraga dengan gerakan mengangkat beban berat sudah mutlak terlarang. Dilansir dari Joslin Diabetes Center, penderita diabetes ini juga tidak dianjurkan menempatkan kepala di posisi terbalik dalam waktu lama.

Sementara itu, pengidap diabetes yang memiliki komplikasi kerusakan saraf akan rawan mengalami mati rasa, terutama di bagian kaki. Karenanya, latihan berat pada kaki terlarang untuk kondisi ini, yang tujuannya menghindari risiko peradangan dan patah tulang.

Apa yang tak terlarang?

Olahraga ringan dan berdurasi singkat lebih dianjurkan bagi pengidap diabetes. Hasil studi dari Kanada University of Western Ontario membuktikan, olahraga selama 10 menit dapat meningkatkan hemoglobin dua kali lipat.

Kolesterol jahat dalam tubuh pengidap diabetes juga turun dua kali lipat dengan aktivitas ini. Penurunan berat badan pun dengan sendirinya terjadi.

Selama berolahraga, bekali diri dengan air minum agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Pengidap diabetes bisa membawa makanan manis untuk berjaga-jaga kadar gula darah mendadak anjlok saat beraktivitas.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.