Kompas.com - 09/11/2016, 15:38 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rasa peka dan empati merupakan modal untuk memiliki rasa kepedulian pada sesama. Sayangnya, rasa empati bisa tumpul jika kita kekurangan hormon cinta.

Tubuh kita memproduksi hormon cinta alias oksitosin dalam kondisi tertentu. Saat stres, mengonsumsi makanan tertentu, sampai saat ibu menyusui bayinya, hormon ini akan dikeluarkan tubuh.

Kekurangan hormon oksitosin ini tentu berpengaruh pada keadaan fisik dan mental seseorang, salah satunya adalah sikap kurang empati atau tak peduli pada perasaan dan kondisi orang lain.

Menurut penelitian awal, kondisi itu bisa diatasi dengan pemberian hormon oksitosin. Kandidat yang paling tepat menerima terapi pengganti hormon itu adalah mereka yang sudah menjalani operasi kelenjar pituitari yang terdapat di dekat tempurung kepala.

Kekurangan hormon oksitosin juga bisa menyebabkan depresi dan kecemasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.