Kompas.com - 15/12/2016, 19:55 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Masihkah Anda mengingat momen pertama kali Anda mendapat menstruasi? Anda mungkin sudah melupakan masa itu. Namun, tahukah Anda bahwa pada usia berapa seorang wanita pertama kali mendapat menstruasi akan sangat memengaruhi kesehatannya di masa depan.

Ada istilah medis untuk usia kali pertama Anda menstruasi, namanya menarche. Para gadis zaman sekarang mendapat menstruasi lebih awal dibanding zaman dulu.

Karena itu, dianggap normal jika mereka mulai mendapat menstruasi pertama di usia antara 9 sampai 14 tahun, kata Maureen Whelihan, MD, ahli kebidanan dan kandungan di Center for Sexual Health and Education.

Namun, Jessica Shepherd, MD, asisten profesor kebidanan dan kandungan dan direktur operasi ginekologi minimal invasif di University of Illinois College of Medicine di Chicago, mengatakan bahwa dokter akan khawatir jika di usia 16 tahun seorang remaja putri belum menstruasi.

Mereka akan meminta remaja tersebut diperiksa untuk memastikan tidak ada sistem tubuh yang salah.

Menarche seorang wanita dipengaruhi oleh beberapa hal, sebagian besarnya disebabkan oleh genetika. Namun, faktor lingkungan dan berat badan juga dapat memainkan peran, kata Whelihan.

Memiliki jumlah lemak tubuh yang tepat sangat penting untuk produksi hormon yang menyebabkan siklus menstruasi pertama Anda.

Wanita yang mendapatkan menstruasi lebih awal berisiko sedikit lebih tinggi terkena kanker payudara. Ini ada hubungannya dengan paparan estrogen, jelas Whelihan. Semakin lama Anda terkena estrogen dalam hidup Anda, semakin besar pula risiko Anda.

Mendapat menstruasi pada waktu yang sangat awal atau sangat akhir juga meningkatkan peluang Anda untuk memiliki penyakit jantung di kemudian hari, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu dalam jurnal Circulation.

Remaja putri yang mendapat periode menstruasi pertama mereka ketika berusia 10 tahun atau lebih muda, atau berusia 17 tahun atau lebih tua, 27 persen lebih berisiko menderita atau bahkan meninggal karena penyakit jantung. Risiko mereka terhadap komplikasi tekanan darah tinggi juga 20 persen lebih tinggi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Glamour
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Oligomenore
Oligomenore
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.