Kompas.com - 29/12/2016, 07:35 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Nenek ataupun kakek yang suka merawat cucunya sendiri, tanpa diminta oleh sang anak sekalipun ternyata berdampak positif.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behavior, kakek atau nenek yang suka mengasuh cucunya rata-rata memiliki usia hidup yang lebih lama.

Para peneliti mengamati kehidupan lebih dari 500 orang berusia 70-103 tahun. Peneliti mengikuti mereka selama hampir 20 tahun lamanya.

Peneliti mengamati kakek-nenek yang masih suka mengasuh cucu mereka, kakek-nenek yang tidak merawat cucunya, serta kakek-nenek yang tidak memiliki anak, tetapi suka merawat atau membantu orang lain yang ada di lingkungan sekitar mereka.

Hasil penelitian menunjukkan, kakek dan nenek yang suka mengasuh cucunya, rata-rata memiliki usia hidup 10 tahun lebih lama. Sedangkan, mereka yang tidak mengasuh cucunya maupun orang lain rata-rata meninggal lima tahun lebih awal.

Sementara itu, mereka yang tidak memiliki cucu, tetapi suka merawat atau menolong orang lain, rata-rata hidup tujuh tahun lebih lama.

Menurut peneliti, hasil studi ini menunjukkan bahwa menolong sesama, tak terbatas hanya cucu sendiri, dapat memperpanjang usia harapan hidup.

Sebelumnya, penelitian lain menemukan kakek-nenek yang mengasuh cucunya berisiko depresi.

Namun, penelitian kali ini menepis hasil penelitian itu. Hanya saja, apabila mengasuh cucu dilakukan penuh waktu, kemungkinan bisa membuat kakek dan nenek malah stres.

Peneliti menilai, kehidupan sosial kakek dan nenek dapat memberikan emosi positif. Dengan keinginan merawat atau untuk tujuan membantu orang lain justru dapat menyingkirkan emosi negatif, seperti stres. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber TIME
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.