Kompas.com - 11/01/2017, 13:43 WIB
Ilustrasi garam Thinkstock/iStockIlustrasi garam
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kendati direkomendasikan untuk membatasi hanya 2.000 mg garam sehari, kebanyakan dari kita mengonsumsi dua kali lipat dari rekomendasi itu. Hasilnya, kasus penyakit jantung meningkat.

Analisis baru terhadap kebiasaan pola makan global menemukan, mengurangi hanya 200 mg gram setiap hari yang setara dengan sebungkus keripik kentang ternyata dapat mencegah ribuan kematian tak perlu.

Periset dari Tuft University, Boston percaya bahwa mengurangi asupan garam sampai 400 mg bahkan dapat menyelamatkan uang 3 milyar dolar untuk biaya perawatan kesehatan.

Di seluruh dunia diperkirakan terdapat 1,6 juta kematian setiap tahun karena penyakit jantung. Para peneliti mengklaim membatasi asupan garam merupakan cara yang lebih efektif secara biaya daripada menggunakan obat-obatan.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, sebuah tim peneliti berbasis di AS dan Inggris mengukur keefektifan regulasi pengurangan garam sampai 10 persen lebih dari 10 tahun pada 183 negara.

Pertama, mereka mengestimasi jumlah jumlah DALY (disability-adjusted life years atau tahun kehidupan yang disesuaikan dengan kecacatan - ukuran tahun yang hilang karena sakit) yang harus diatasi dengan kebijaksanaan di setiap negara.

Mereka menemukan, sebuah kebijakan global dapat menyelamatkan kurang lebih 5,8 juta DALY setiap tahun - khususnya melalui pengurangan drastis jumlah orang yang terkena penyakit jantung.

Mereka kemudian menentukan berapa banyak garam yang dikurangi yang bakal menyelamatkan uang atau biaya suatu negara. Akhirnya mereka menemukan intervensi satu dekade dapat menyelamatkan 1,12 dolar per orang, mengubah biaya menjadi dolar internasional, setara kemampuan daya beli negara tersebut terhadap mata uang dolar.

Peneliti Dariush Mozaffarian, seorang profesor gizi dari Tufts University Boston mengatakan,"Kami tahu kelebihan garam menyebabkan ratusan ribu kematian penyakit jantung dan pembuluh darah setiap tahun. Pertanyaannya, bagaimana memulai mengurangi garam dan berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk usaha itu."

"Hasil penelitian kami bersama studi-studi sebelumnya di negara-negara terpilih memberikan bukti bahwa kebijakan nasional pengurangan asupan garam sangat efektif dari segi biaya dan pada dasarnya merupakan strategi pencegahan penyakit yang sangat berbiaya efektif," tambahnya.

WHO mengatakan kadar garam tinggi meningkatkan tekanan darah dan membuat penderitanya berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

Kelebihan konsumsi garam pun diketahui menyebabkan gagal ginjal dan kanker perut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.