Kompas.com - 16/01/2017, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyebaran sel kanker, bahkan ke organ tubuh yang jauh dari tempat kanker berasal, diketahui merupakan penyebab 90 persen kematian karena penyakit ini.

Tumor memang mampu "menabur" sel-selnya ke bagian lain di tubuh. Penyebaran kanker atau metastasis adalah pertarungan melawan sel kanker yang bermutasi secara cepat dengan seluruh bagian tubuh. Kanker yang sudah menyebar juga sulit diobati.

Tim peneliti Sanger Institute Cambridge, berupaya mengetahui apa yang menyebabkan tumor menyebar. Dalam sebuah penelitian terhadap tikus diketahui, perubahan pada sistem imun mampu memperlambat penyebaran kanker kulit ke paru.

Dalam studi tersebut, diciptakan 810 set tikus yang secara genetik dimodifikasi untuk mengetahui bagian mana dari DNA yang terlibat dalam penyebaran kanker.

Mereka menginjeksi tikus dengan kanker kulit (melanoma) lalu dihitung jumlah tumor yang terbentuk di paru. Hasilnya diketahui 23 bagian DNA atau gen yang membuat sel kanker dengan mudah menyebar atau justru menghambat. Kebanyakan terkait dengan sistem imun.

Ketika terapi ditargetkan pada salah satu gen yang disebut Spns2, ternyata terjadi penurunan penyebaran tumor sampai dua pertiga.

Selama ini salah satu pengobatan kanker yang disebut imunoterapi, yakni memperkuat sel imun untuk melawan kanker, telah berhasil memberi hasil signifikan pada sebagian pasien. Namun, banyak juga yang tidak berhasil.

Dengan hasil penelitian terbaru ini, apalagi gen yang spesifik sudah diketahui, diharapkan bisa dikembangkan metode pengobatan kanker yang lebih efektif.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC News
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.