Kompas.com - 21/01/2017, 09:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kehadiran Presiden AS ke-39 Jimmy Carter pada upacara pelantikan Presiden Donald Trump menjadikan dirinya commander in chief tertua yang datang. Lebih hebat lagi, ia sembuh dari kanker yang dideritanya dua tahun lalu.

Carter, saat ini berusia 92 tahun, mengumumkan pada Agustus 2015 dirinya didiagnosa kanker. Ia berpikir saat itu hanya punya beberapa minggu lagi untuk hidup. Ketika memulai pengobatan, melanoma sudah menyebar ke hati dan otak. Tetapi, Desember tahun itu Carter dinyatakan "bebas kanker".

Tanda pemulihan lebih jauh, pada Maret 2016 Carter mengatakan dokter menyebut dirinya tak lagi membutuhkan pengobatan kanker yang merupakan kombinasi radiasi dan obat imunoterapi pembrolizumab.

Imunoterapi, pendekatan baru inovatif untuk pengobatan kanker, menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi penyakit kadang dengan meningkatkan sistem imun dan kadang dengan menargetkan sel-sel kanker spesifik. Ketika bekerja, obat itu memperbaiki kemampuan tubuh memerangi kanker.

Riset membuktikan pembrolizumab yang juga disebut Keytruda dapat menjadi pengobatan efektif untuk pasien dengan melanoma tahap akhir dan dapat digunakan sebelum atau setelah terapi jenis lain.

Carter adalah mantan presiden pertama yang menyatakan hadir di pelantikan Trump kendati upacara di luar ruangan saat musim dingin membuat beberapa mantan presiden yang lansia tak sanggup menghadiri. Mantan presiden Gerald Ford berusia 91 ketika tak hadir di pelantikan kedua George W. Bush di 2005.

Presiden AS ke-41 George H.W. Bush yang berusia 92, hanya beberapa bulan lebih tua dari Carter dan istrinya tak menghadiri pelantikan Trump karena kesehatan Bush. Ia dirawat di rumah sakit minggu ini karena masalah pernapasan yang berkaitan dengan pneumonia.

"Dokter bilang jika saya duduk di luar di Januari, sama seperti menguburkan diri. Begitu juga Barbara. Jadi kami tetap di Texas," tulis Bush kepada Trump meminta maaf atas ketidakhadiran. Bush juga tak hadir di pelantikan kedua Obama yang dilakukan tak lama setelah dirinya lama dirawat di rumah sakit.

Carter sebelumnya bicara betapa kanker mempengaruhi keluarganya. Ayahnya meninggal karena kanker pankreas di usia muda. Banyak anggota keluarga yang meninggal karena kanker.

"Kedua saudara perempuan meninggal karena kanker pankreas. Saudara lelaki dan ayah juga. Ibu meninggal karena kanker payudara. Mereka semua merokok dan saya tak pernah merokok. Jadi saya pikir rokok adalah pemicu untuk faktor genetik. Saya tak tahu apa latar belakangnya. tetapi pelayanan kesehatan Amerika mengadopsi saya sebagai target. Kami satu-satunya keluarga di dunia selama bertahun-tahun yang diketahui memiliki empat anggota keluarga yang meninggal karena kanker pankreas," katanya dalam sebuah wawancara.

Ia bersyukur bisa selamat. Dalam wawancara itu, Carter menyebut panjang umurnya karena keberuntungan dan pola hidup sehat.

"Rosalynn dan saya hidup dengan pola makan sangat hati-hati dan olahraga. Tetapi saudara-saudara saya juga makan sehat dan olahraga. Jadi saya pikir, ini keberuntungan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber time.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.