Kompas.com - 31/01/2017, 07:35 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ingin makan sehat dan menjaga pinggang Anda tetap langsing? Cobalah lebih selektif memilih buah dan sayuran, demikian saran penelitian terbaru.

Tim ilmuwan Harvard mengevaluasi data lebih dari 133.000 wanita dan pria selama 24 tahun di Amerika Serikat.

Setelah disesuaikan untuk faktor gaya hidup lain seperti merokok dan aktivitas fisik, para peneliti menemukan bahwa penambahan asupan harian buah dan sayuran non-tepung dapat menurunkan risiko obesitas, bahkan membantu menurunkan berat badan.

Sebaliknya, konsumsi sayuran dan buah bertepung seperti kentang, jagung dan kacang polong dapat menaikkan risiko penambahan berat badan, kata tim yang dipimpin oleh Monica Bertoia dari Harvard University School of Public Health dan Brigham and Women's Hospital, di Boston.

Temuan ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Namun, penelitian ini dapat dijadikan sebagai petunjuk tambahan untuk pencegahan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe-2, penyakit jantung, kanker dan berbagai gangguan kesehatan lainnya," kata para peneliti.

Penelitian ini telah dipublikasikan pada 22 September dalam jurnal PLoS Medicine.

Para ahli gizi tidak terkejut dengan temuan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erin Keane adalah hli diet dan nutrisi klinis di Rumah Sakit Lenox Hill di New York City. Dia mengatakan bahwa perbedaan antara sayuran yang mengandung tepung dan non-tepung, ada pada "beban glikemiknya".

"Makanan dengan glikemik rendah diperkirakan menghasilkan lonjakan glukosa darah yang lebih sedikit, dapat menurunkan rasa lapar dan berpotensi mengurangi asupan kalori total dalam sehari," jelas Keane.

Sayuran yang diklasifikasikan sebagai glikemik rendah termasuk brokoli, kembang kol, kubis, kale, lobak, bayam, selada romaine, kedelai dan cabai, kata Keane.

Sayuran berglikemik tinggi adalah sayuran sarat pati atau tepung termasuk kentang dan jagung.

Sedangkan buah seperti beri, termasuk berglikemik rendah. Lain halnya dengan pisang yang mengandung nilai glikemik lebih tinggi.

Sehingga, untuk menurunkan berat badan, asupan beri lebih dianjurkan daripada pisang, sementara pisang lebih berfungsi bagi mereka yang ingin memertahankan tingkat energinya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.