Kompas.com - 16/02/2017, 17:20 WIB
Pesepak bola Indonesia Manahati Lestusen (kanan) menyundul bola pada semi final putaran pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2016). Indonesia memang atas Vietnam dengan skor 2-1. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPesepak bola Indonesia Manahati Lestusen (kanan) menyundul bola pada semi final putaran pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2016). Indonesia memang atas Vietnam dengan skor 2-1.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menyundul bola merupakan salah satu strategi memasukkan bola ke gawang lawan dalam pertandingan bola. Namun, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan otak menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh University College London.

Mereka meneliti lima pesepak bola profesional yang telah bermain rata-rata selama 26 tahun. Peneliti melakukan pemeriksaan otak terhadap pensiunan pesepak bola yang mengalami demensia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, para responden memiliki chronic traumatic encephalopathy (CTE) atau ensefalopati traumatik kronis yang disebabkan oleh pukulan berulang di kepala. CTE selama ini diduga dapat menyebabkan demensia atau awam mengenalnya dengan penyakit pikun.

Peneliti mengatakan, pesepakbola itu juga rata-rata terkena demensia pada usia 10 tahun lebih awal dibanding orang-orang pada umumnya. Menurut ketua peneliti, Dr Helen Ling, kerusakan pada otak tersebut sama seperti kerusakan yang banyak dialami petinju.

Kebiasaan menyundul bola selama bertahun-tahun juga diduga menjadi penyebab pesepak bola asal Inggris, Jeff Astle menderita penyakit degeneratif pada otak pada usia 59 tahun. Ia meninggal dunia karena penyakitnya itu.

Penelitian mengenai bahaya menyundul bola bukan sekali ini saja dilakukan. Baru-baru ini, Professional Footballers’ Association pun tengah mempertimbangkan untuk melarang anak di bawah 10 tahun menyundul bola.

Football Association diharapkan mulai mensosialisasikan bahaya menyundul bola mengingat sejumlah pemain bola yang sudah pensiun diketahui mengalami demensia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demensia itu diduga sebagai konsekuensi terlalu sering menyundul bola saat bermain. Meski demikian, penelitian lebih lanjut memang diperlukan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.