Kompas.com - 13/03/2017, 21:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Protein adalah nutrisi yang sangat vital bagi tubuh. Protein berguna untuk membangun sel dan jaringan otot tubuh.

Untungnya, ada banyak makanan sumber protein sehingga kita tidak akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuan kita terhadap protein.

Meski demikian, tidak semua orang memahami aturan mengonsumsi protein dengan benar. Akibatnya, sering terjadi kesalahan yang mengakibatkan tidak optimalnya tujuan mengasup protein itu sendiri.

Inilah empat kesalahan yang paling sering terjadi dalam upaya memenuhi jumlah asupan protein,menurut ahli nutrisi Rania Batayneh, M.P.H., pemilik firma konsultasi nutrisi, Essential Nutrition For You.

1. Mengasup protein dari sumber yang sama setiap hari

Salah satu tujuan mengonsumsi protein adalah agar kita mendapatkan sembilan jenis asam amino esensial yang banyak ada di makanan sumber protein. Setiap sumber protein memiliki jenis asam amino, vitamin, mineral yang berbeda-beda.

Jika Anda hanya tergantung pada satu, dua, atau tiga sumber saja maka diragukan Anda bisa memenuhi kebutuhan akan sembilan jenis asam amino esensial.

Variasikan sumber protein Anda dengan mengonsumsi ikan, daging, daging unggas, telur, kacang-kacangan seperti kedelai, dan sesekali bisa mengonsumsi yogurt.

2. Tidak tahu jumlah yang dibutuhkan

Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Menghitung berapa kebutuhan protein harian Anda, tidaklah sulit.

Berat badan (dalam kilogram) dikalikan 0,8 jika gaya hidup Anda kurang aktif, dikalikan 1,3 jika Anda seorang yang aktif atau sedang hamil dan dikalikan 1,8 jika Anda termasuk orang yang sangat aktif.

Sangat aktif di sini contohnya adalah Anda rutin berolahraga setiap hari selama minimal satu jam dengan intensitas sedang - berat.

3. Mengandalkan protein shake dan protein bar

Ya, keduanya memang enak dan sangat praktis. Tapi, protein shake dan protein bar, terutama yang Anda beli di luar, seringkali terlalu banyak mengandung gula. Selain itu, mereka tidak memiliki protein dalam bentuk utuh dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan harian Anda.

"Beberapa hampir tidak lebih baik daripada candy bar (sejenis permen)," kata Batayneh. Tetap jatuhkan pilihan Anda pada makanan yang utuh dan nyata.

Yogurt, kacang mede, keju, telur rebus, tempe, susu kedelai adalah sumber protein yang baik serta kaya akan mineral, vitamin dan zat gizi lain yang diperlukan oleh tubuh Anda.

4. Lupa mengonsumsi protein setelah beraktivitas fisik

Setelah beraktivitas fisik berat, misalnya joging satu jam tanpa berhenti, Anda perlu mengganti karbohidrat yang hilang. Selain itu, Anda juga perlu mengasup protein.

"Saat beraktivitas fisik, terutama aktivitas fisik berat serat-serat otot bekerja dan terluka. Untuk memerbaiknya Anda perlu protein," kata Batayneh.

Konsumsilah protein dalam kurun waktu 30 menit setelah beraktivitas. Di 30 menit pertama setelah aktivitas, tubuh Anda masih sangat reseptif.

Setelah 30 menit berlalu, akan lebih sulit memerbaiki jaringan otot. Setelah dua jam, kesempatan Anda untuk mendapatkan otot yang baik akan benar-benar hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.