Kompas.com - 09/12/2019, 11:53 WIB

Meski kelainan terjadi sejak lahir, banyak gejala malformasi arteti-vena baru tampak ketika anak menginjak remaja atau dewasa.

Diterangkan oleh Eka J Wahjoepramono, Ketua Tim Bedah Saraf Rumah Sakit Siloam yang juga Guru Besar Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, malformasi arteri-vena terjadi karena kelainan pada pembuluh kapiler yang menghubungkan pembuluh darah nadi (arteri) dan vena.

Di pembuluh kapiler ini, terjadi transfer oksigen dan nutrisi yang berguna bagi otak.

Kelainan ini sebenarnya dapat terjadi di bagian tubuh mana pun yang memiliki pembuluh darah arteri dan vena.

Namun lebih fatal apabila malformasi terjadi pada pembuluh darah otak dan sumsum tulang belakang.

"Ibu yang menderita malformasi arteri-vena akan menurunkan 10 persen risiko malformasi kepada anaknya," kata Eka dilansir dari Kompas.com (16/10/2012).

Deteksi dengan alat MRI

Seperti penyakit lainnya, pemeriksaan gejala malformasi arteri-vena lebih baik dilakukan sesegera mungkin.

Mereka yang memiliki gejala malformasi arteri-vena, seperti kejang-kejang, pendarahan dalam tulang tengkorak, atau sakit kepala tak kunjung sembuh perlu mendapatkan pemeriksaan detail oleh dokter.

Deteksi malformasi yang kerap dilakukan yakni menggunakan alat magnetic resonance imaging (MRI). Di Indonesia, alat ini biasanya bisa dengan mudah ditemui di berbagai rumah sakit tipe B dan tipe A. 

Rumah sakit tipe B ialah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit tipe ini menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit tipe C yang hanya mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.