Kompas.com - 16/12/2019, 15:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi


KOMPAS.com – Kehamilan kerap diidentikan dengan rasa bahagia bagi para calon ibu. Namun, nyatanya, bahkan seorang perempuan yang tengah menunggu kelahiran buah hati pun bisa terserang depresi.

Ya, depresi bisa menyergap siapa saja, tak terkecuali ibu hamil yang tengah mengandung buah hati.

Persentasenya ibu hamil mengalami gejala depresi bahkan bisa mencapai sekitar 10 hingga 20 persen.

Baca juga: Cegah Depresi Hingga Lancarkan Aliran Darah, Ini Manfaat Ginkgo Biloba

Melansir dari WebMD (15/12/2019), penyebab ibu hamil mengalami gejala derpresi bisa bermacam-macam.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu depresi:

  • Memiliki riwayat depresi atau Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). PMDD adalah masalah kesehatan yang mirip dengan Premenstrual Syndrome (PMS) tetapi lebih serius. PMDD menyebabkan seseorang merasa cepat marah yang parah dan cemas.
  • Usia saat hamil; semakin muda akan semakin tinggi risikonya.
  • Hidup sendiri atau memiliki dukungan keluarga yang terbatas
  • Dukungan sosial terbatas
  • Konflik pernikahan atau kekerasan dalam rumah tangga
  • Ketidakpastian tentang kehamilan

Stres yang berkaitan dengan kehamilan dapat berkontribusi pada kembalinya atau memburuknya gejala depresi.

Depresi ini kemudian dapat menghalangi ibu hamil untuk merawat diri sendiri selama masa kehamilan.

Para calon ibu pada akhirnya tidak melakukan hal-hal yang direkomendasikan dokter, termasuk tidur dan makan kurang teratur.

Baca juga: Tidak Bisa Sembarangan, 4 Olahraga yang Cocok bagi Pengidap Depresi

Kondisi ini juga dapat membuat ibu hamil melakukan tindakan berisiko seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang hingga tembakau dan alkohol.

Padahal jelas, mengonsumsi obat terlarang, tembakau, hingga alkohol dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang sedang dikandung.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
5 Penyebab Kencing Sakit pada Pria dan Cara Mengobatinya

5 Penyebab Kencing Sakit pada Pria dan Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.