Kompas.com - 17/12/2019, 19:30 WIB
Ilustrasi insomnia shutterstockIlustrasi insomnia

KOMPAS.com - Insomnia atau susah tidur di malam hari sering kali menjadi hal sangat menyebalkan. Pasalnya, menurut ritme sirkadian atau siklus jam dalam hidup manusia, malam hari adalah waktu untuk beristirahat.

Bukan hanya menyebalkan, insomnia juga dapat mengganggu kesehatan. Terlebih jika gangguan ini berlangsung dalam jangka panjang.

Anggapan yang beredar di masyarakat, kafein merupakan biang utama susah tidur. Faktanya, tidak hanya kafein yang bikin orang insomsia.

Baca juga: Ibu Hamil Susah Tidur? Atasi dengan 6 Cara Berikut

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa bahan makanan dan minuman yang bikin kita susah tidur.

1. Gula

Melansir Medical News Today (13/12/2019), beberapa bahan makanan dan minuman berkadar gula tinggi berpotensi membuat orang susah tidur.

Pendapat tersebut mengacu riset yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil riset menunjukkan orang yang susah tidur cenderung doyan makanan dan minuman tinggi gula; seperti soda, nasi putih, dan roti putih.

Menurut riset dari peneliti Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons di New York, gula darah meningkat dengan cepat saat tubuh mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Baca juga: Susah Tidur di Malam Hari Terasa Mengganggu, Coba 7 Tips Mudah Berikut

Respons tubuh normal saat gula darah meningkat adalah melepaskan insulin. Tujuannya untuk mengontrol gula darah dalam tubuh.

Penurunan gula dalam darah dapat menyebabkan pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut dapat mengganggu tidur.

Namun tidak semua asupan tinggi gula mengganggu siklus tidur. Menurut riset tersebut, buah-buahan dan sayuran yang mengandung gula alami tidak berdampak pada insomnia.

Buah dan sayuran kaya akan serat. Sehingga, penyerapan gula dalam bahan alami seperti buah dan sayur lebih lambat. Kadar gula dalam darah pun tidak gampang melonjak naik.

Baca juga: Bisa Berakibat Buruk untuk Mental dan Fisik, Ini Cara Atasi Insomnia

2. Kafein

Kafein di sore hari adalah pantangan pengidap gangguan tidur atau insomnia.

Beberapa orang beranggapan kafein cuma ditemui dalam kopi.

Padahal zat ini juga ada di minuman cokelat, teh, sampai soda. Kita perlu lebih cermat memeriksa komposisi asupan.

Menurut Mayo Clinic, kafein dalam secangkir kopi berkisar antara 95-200 mg. Untuk kopi instan, kandungan kafeinnya dalam porsi yang sama lebih sedikit ketimbang kopi noninstan, sekitar 27-173 mg. 

Sedangkan kafein dalam secangkir teh atau setara 237 ml bervariasi antara 14-70 mg. Kandungan kafein dalam teh hijau lebih rendah ketimbang teh hitam. Untuk teh dalam kemasan, kafeinnya mencapai 5-40 mg. 

Sementara segelas minuman cokelat (150 ml) kandungan kafeinnya setara 10-70 mg. Tergantung jenis cokelat yang digunakan. Kandungan kafein tersebut nyaris sama dengan cokelat batangan (30 gram) dengan kadar kafein 20-60 mg. 

Melansir WebMD, National Sleep Foundation di Amerika Serikat melaporkan, efek kafein bagi sebagian peminumnya baru dirasakan 10-12 jam kemudian.

Baca juga: Anda Susah Tidur? Segera Atasi Agar Bebas Penyakit Alzheimer

3. Asam dan Pedas

Makanan bersifat asam dan pedas juga bisa menunda upaya tidur karena rentan bikin mulas.

Terutama bagi pengidap sakit maag atau penyakir refluks gastroesofagus (GERD).

Orang yang sensitif dengan makanan asam dan pedas, perutnya jadi tidak nyaman ketika mengonsumsi makanan ini dekat dengan waktu tidur.

Dalam kondisi berbaring, mereka bisa merasakan mulas atau nyeri di bagian perut. Hal itu menghambat keinginan tidur atau bikin insomnia.

Baca juga: Tak Semua Insomnia Sama, Kenali 5 Jenisnya

4. Alkohol

Beberapa orang menggunakan alkohol untuk membuat pikiran rileks.

Melansir WebMD, minuman keras tidak berimbas secara langsung pada insomnia.

Namun alkohol punya efek rebound, alias punya efek tunda karena membuat orang terbangun larut malam dan menyebabkan ganguan tidur.

Jika ingin mendapatkan tidur berkualitas dan terbebas dari susah tidur atau insomnia, salah satu saran terbaik adalah menghindari alkohol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.