Kompas.com - 18/12/2019, 13:00 WIB
Untuk menjaga kesehatan gigi dna mulut sejak dini, 700 Siswa di Polman sulawesi barat Ikuti sikat migi massal sebagai bentuk edukasi menjaga kesehatan gigi dna mulut sejak dini. KOMPAS.ComUntuk menjaga kesehatan gigi dna mulut sejak dini, 700 Siswa di Polman sulawesi barat Ikuti sikat migi massal sebagai bentuk edukasi menjaga kesehatan gigi dna mulut sejak dini.

KOMPAS.com - Kebiasaan menyikat gigi secara teratur dapat menyehatkan organ mulut.

Bukan hanya bisa mencegah penumpukan plak dan karang gigi, rutin menyikat gigi terbukti dapat juga mencegah gigi berlubang dan menurunkan risiko penyakit gusi.

Lebih jauh lagi, Anda bisa juga menurunkan risiko terkena kanker mulut dengan rajin menyikat gigi.

Penyakit kronis ini diketahui rentan datang apabila kita kurang menjaga kebersihan dan kesehatan mulut seperti membiarkan gigi berlubang.

Setelah tumbuh, kanker mulut bisa menjangkit banyak bagian mulut mulai dari jaringan dinding mulut, bibir, lidah, gusi, langit-langit, tenggorokan hingga kelenjar ludah.

Pada beberapa orang, perubahan pada jaringan mulut akibat kanker kerap tidak disadari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanda-tanda perubahan yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Sariawan tak kunjung sembuh hingga beberapa pekan
  • Sariawan disertai dengan perdarahan
  • Bercak merah atau putih dalam mulut
  • Gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas

Setelah mengetahui dampak buruk kurangnya menjaga kesehatan mulut ini, kiranya penting bagi kita untuk mulai rajin menyikat gigi.

Intensitas menyikat gigi seseorang bisa berbeda dengan yang lainnya. Hal ini masih bisa dikoreksi.

Merangkum dari Healthline, para ahli merekomendasikan menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari.

Selain frekuensi, seseorang penting juga mengetahui cara menyikat gigi dengan benar.

Baca juga: Bahaya Langsung Sikat Gigi Setelah Makan dan Minum

Berikut ini ada 6 perkara yang mungkin Anda perlu ketahui terkait aktivitas menyikat gigi secara ideal:

1. Durasi 2 menit

American Dental Association (ADA) mendorong masyarakat menyikat gigi sebanyak dua kali sehari dengan durasi masing-masing dua menit.

Jika menyikat gigi kurang dari dua menit, Anda tak membersihkan cukup banyak plak pada gigi.

Jika dua menit terdengar lama, Anda tidak sendirian. Menurut penelitian pada tahun 2009, kebanyakan orang hanya menyikat gigi selama kurang lebih 45 detik.

Studi ini melihat bagaimana waktu menyikat ternyata mempengaruhi pengangkatan plak pada 47 orang.

Hasilnya menunjukkan peningkatan waktu menyikat dari 45 detik menjadi 2 menit dapat membantu seseorang menghilangkan plak hingga 26 persen lebih banyak.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Hanya Sikat Gigi Sekali Sehari

2. Teknik yang benar

Selain durasi, Anda perlu juga memerhatikan teknik menyikat gigi yang baik.

ADA telah mengembangkan pedoman menyikat gigi dengan benar, yakni sebagai berikut:

  • Pegang sikat gigi Anda pada sudut 45 derajat ke gusi.
  • Sikat dengan sapuan pendek, melebar melewati satu demi satu gigi.
  • Gerakkan sikat gigi maju dan mundur di sepanjang permukaan luar gigi Anda. Saat Anda menyikat, berikan tekanan lembut.
  • Gunakan gerakan bolak-balik saat menyikat permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.
  • Untuk menyikat permukaan gigi dengan benar, peganglah sikat gigi secara vertikal dan gosok ke atas dan ke bawah di sepanjang bagian dalam gigi.
  • Sikat lidah Anda menggunakan bagian belakang sikat gigi untuk menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.
  • Bilas sikat gigi setelah Anda menggunakannya.
  • Simpan sikat gigi Anda dalam posisi tegak. Jika pasangan, anggota keluarga, atau teman menyimpan sikat gigi di tempat yang sama, pastikan sikat gigi kita tidak saling bersentuhan.
  • Biarkan sikat gigi mengering terbuka di udara daripada menyimpannya di tempat sikat gigi yang tertutup.

Sebelum menyikat gigi, Anda dianjurkan juga untuk melakukan flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang. Tak harus sesering menyikat gigi. Flossing bisa dilakukan sekali dalam sehari.

Baca juga: Samakah Efek Berbagi Sikat Gigi dengan Berciuman?

Flossing diketahui dapat membantu menghilangkan partikel makanan dan plak di antara gigi yang tidak dapat dijangkau hanya dengan sikat gigi.

3. Waktu yang tepat

Beberapa dokter gigi merekomendasikan menyikat gigi setiap kali habis makan.

Namun, secara umum, Anda bisa melakukannya pada pagi hari sebelum beraktivitas dan satu kali sebelum tidur.

Jika Anda terbiasa menyikat gigi setelah sarapan, cobalah untuk menunggu kurang lebih sejam.

Jeda menyikat gigi ini penting apalagi jika Anda sehabis makan atau minum sesuatu yang asam seperti jeruk.

Menyikat terlalu cepat setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam diketahui bisa menghilangkan enamel (lapisan pelindung gigi) yang sudah dilemahkan oleh asam.

Jika tak punya waktu, Anda bisa meyikat gigi sebelum makan.

4. Sikat dengan lembut saja

Menyikat gigi tiga kali sehari atau setiap kali setelah makan sah-sah saja dan tidak akan merusak gigi.

Namun, apabila menyikat gigi terlalu keras atau terlalu cepat, Anda bisa mengancam kesehatan mulut.

Usahakan Anda selalu menggunakan sentuhan ringan saat menyikat gigi. Jika menyikat gigi secara paksa, Anda dapat merusak enamel gigi dan mengiritasi gusi.

5. Pilih sikat gigi berbulu halus

Sikat gigi yang baik untuk digunakan yakni yang berbulu halus.

Baca juga: Sikat Gigi Saja Tak Cukup, Lakukan Flossing untuk Jaga Kebersihan Gigi

Pasalnya, menggunakan sikat gigi berbulu keras berpotensi menyebabkan merusak enamel dan gusi, terlebih saat Anda menyikat dengan penuh tekanan.

Kemudian, Anda perlu mengganti sikat gigi Anda segera setelah bulu mulai menekuk, berjumbai, atau aus.

Jika tak ada tanda-tanda demikian, Anda tetap dianjurkan untuk mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan sekali. Ini diperlukan agar bulu sikat gigi yang digunakan dalam kondisi baik dan tidak melukai bagian mulut.

6. Sikat gigi listrik

Melansir dari Mayo Clinic, Apabila Anda menderita artritis atau kesulitan memegang sikat gigi pada umumnya, Anda bisa membeli sikat gigi elektrik.

Sikat gigi tenaga baterai ini terbukti bisa menghilangkan plak lebih baik daripada penggunaan sikat gigi manual.

Baca juga: Kesalahan Saat Sikat Gigi yang Bikin Plak Muncul

Hal penting lainnya

Selain menyikat gigi, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk menjaga kesehatan mulut:

  1. Flossing setiap hari.
  2. Pakai obat kumur setelah menyikat dan flossing.
  3. Minum banyak air.
  4. Makan makanan yang sehat dan batasi makanan dan minuman manis.
  5. Hindari kebiasaan ngemil.
  6. Ganti sikat gigi Anda setiap tiga hingga empat bulan atau lebih cepat jika bulunya sudah tidak teratur atau terentang.
  7. Jadwalkan pemeriksaan gigi rutin ke deokter setiap enam bulan sekali.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.