Kompas.com - 13/01/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Sakit gigi memang sangat menganggu aktkivitas kita. Biasanya, hal ini paling sering terjadi ketika saraf pada gigi mengalami iritasi.

Rasa sakit pada gigi bisa datang sewaktu-waktu atau terjadi secara konstan. Selain itu, rasa sakit gigi juga bisa semakin parah ketika kita makan atau minum, terutama jika makanan atau minyman yang dikonsumsi terlalu panas atau dingin.

Penyebab

Selain gigi berlubang, ada berbagai hal yang bisa membuat gigi terasa sakit. Melansir Hello Sehat, berikut penyebab gigi sakit:

  • Gigi sensitif
  • Kebiasaan menggertakan gigi
  • Tumbuh gigi bungsi
  • karies gigi
  • tambalan gigi lepas
  • penyakit gusi
  • pGigi oatah atau rusak

Sakit gigi juga bisa disebabkan adanya trauma rahang karena cedera pada persendian temporomandibular atau sendi penyambung rahang dan tengkorak kepala.

Baca juga: Kata Dokter soal Viral Tempel Bawang Putih di Tangan Bisa Atasi Sakit Gigi

Sinusitis juga bisa menyebabkan sakit gigi karena gigi belakang di rahang atas berbagi saraf yang sama dengan rongga sinus.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Ngilu Sakit Gigi Terasa Sangat Mengganggu? Ini Cara Alami Mengatasinya
Rasa sakit pada gigi bisa datang sewaktu-waktu atau terjadi secara konstan. Bagaimana cara mengatasinya?
Bagikan artikel ini melalui

Faktor risiko

Ada beberapa hal yang membuat kita rentan mengalami sakit gigi. Berikut faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko sakit gigi:

  • Gangguan makan seperti anorexia dan/atau bulimia
  • Pola makan yang mengandung banyak gula
  • Mulut kering
  • Kebiasaan membersihkan gigi yang buruk
  • Jarang gosok gigi dan flossing
  • Punya riwayat GERD karena kadar asam lambung yang tinggi dapat merusak enamel gigi
  • Merokok atau kebiasaan mengunyah tembakau
  • Obat-obatan tertentu
  • Menjalani perawatan kemoterapi

Mengobati sakit gigi

Jenis pengobatan untuk sakit gigi tergantung pada penyebab rasa sakitnya, sehingga dokter gigi harus memeriksa mulut dan rontgen untuk mencoba mengidentifikasi masalahnya.

Jika sakit gigi disebabkan oleh pembusukan gigi, dokter gigi Anda menghapus area yang membusuk dan menggantinya dengan tambalan.

Apabila sakit gigi disebabkan oleh tambalan yang longgar atau rusak, maka dokter akan menghilangkan tambalan dan menggantinya dengan yang baru.

Saat sakit gigi disebabkan oleh pulpa gigi yang terinfeksi, dokter akan melakukan perawatan saluran akar.

Prosedur ini melibatkan mengeluarkan pulp yang terinfeksi dan kemudian memasukkan jenis pengisian khusus untuk menutup gigi dan mencegah infeksi ulang. Apabila sakit gigi tidak dapat diobati, dokter biasanya akan mencabut gigi tersebut.

Mencegah sakit gigi

Cara terbaik untuk menghindari sakit gigi dan masalah gigi lainnya adalah menjaga gigi dan gusi tetap sehat. Berikut cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi:

  • batasi asupan makanan dan minuman manis.
  • sikat gigi dan gusi dengan lembut sebanyak dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • bersihkan gigi menggunakan benang gigi dan, jika perlu, gunakan obat kumur
  • jangan merokok karena bisa memperburuk masalah gigi.

Baca juga: Viral Ramuan Bawang dan Garam untuk Sakit Gigi, Apa Kata Dokter?

Bahan rumahan untuk sakit gigi

Berobat ke dokter adalah cara terbaik untuk mengatasi sakit gigi. Namun, ada beberapa bahan rumahan yang bisa membantu kita untuk mengatasi sakit gigi. Berikut bahan rumahan tersebut:

1. Air garam

Garam memiliki sifat dapat menyerap air sehingga efektif untuk menyerap bakteri jahat dalam mulut.

Pasalnya, bakteri berkembang biar di lingkungan yang asam. Saat kondisi mulut kering, maka bakteri tidak bisa bertahan hidup. Selain itu, berkumur juga bisa membantu menghilangkan sisa makanan yang terselip di sela gigi.

2. Cengkeh

Riset membuktikan, senyawa eugenol dalam cengkeh dalam menghilanglan rasa sakit secara alami, termasuk sakit di area gigi.

Untuk menggunakannya sebagai obat sakit gigi, kita bisa menggigit batang cengkeh di area gigi yang sakit selama beberapa saat.

Kita juga bisa menggunakan bola kapas yang dicelup ke minyak cengkeh dan menempelkannya pada gigi yang sakit.

3. Daun jambu

Menurut penelitian, daun jambu dapat membantu meredakan rasa nyeri pada gigi dan peradangan akibat penyakit periodontitis.

Kita bisa menggunakan daun jambu sebagai obat sakit gigi dengan mengunyah satu hingga dua lembar daun sampai airnya keluar, lalu mengoleskan sari-sari daun dengan lidan pada gigi yang sakit.

Selain itu, kita juga bisa merebus empat hingga lima lembar daun jambu dan meminum air rebusan tersebut dengan menambahkan sejumput garam.

4. Bawang putih

Bawang putih dapat meredakan rasa nyeri dengan membunuh bakteri penyebab infeksi gigi.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, kita bisa mengunyah bawang putih mentah selama beberapa menit di sisi mulut yang giginya nyut-nyutan.

Kita juga bisa menggunakan irisan tipis bawang atau menghaluskannya dan menempelkan di area yang sakit.

5. Es batu

Suhu dingin dari es batu dapat mengebaskan saraf pemicu nyeri sehingga bisa meredakan rasa sakit untuk sementara waktu.

Selain itu, sensasi dingin pada es batu dapat merangsang penyempitan pembuluh darah di wajah dan memperlambat aliran darah menuju lokasi cedera.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, masukkan beberapa bongkah es batu ke dalam plastik kemudian lapisi lagi dengan waslap tipis.

Tempelkan kompres pada bagian pipi yang terasa sakit selama 15 menit.

Banyak orang berpikir obat-obatan alami dinilai lebih aman dan minim efek samping. Namun, obat sakit gigi alami tersebut hanya bersofat sementara.

Kita tetap membutuhkan dokter ketika masalah pada gigi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Baca juga: Sakit Gigi Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Otak


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.