Kompas.com - 01/02/2020, 09:09 WIB
Ilustrasi kucing peliharaan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kucing peliharaan.

KOMPAS.com - Selain wujudnya yang imut dan menggemaskan bagi sebagian orang, memelihara kucing ternata bisa menjadi terapi efektif untuk anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD).

Hal tersebut telah dibuktikan lewat riset yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Dari hasil riset, terungkap bahwa anak-anak dengan autisme memiliki keterampilan sosial yang lebih baik saat diberi tanggung jawab untuk memelihara hewan.

Baca juga: Terapi Seni Tingkatkan Perkembangan Anak Autisme

Pelihara kucing untuk tingkatkan kemampuan sosial

Menurut Hello Sehat, anak dengan autisme biasanya mempunyai gangguan kemampuan sosial, tidak dapat fokus, dan kurang memiliki rasa empati dan simpati pada sesama.

Hal tersebut bisa diatasi dengan animal-assisted therapy, yaitu terapi yang melibatkan hewan dalam tindakan terapinya.

Tujuan dari terapi tersebut adalah untuk membantu orang sembuh dari gangguan mental, salah satunya anak dengan autisme.

Riset yang diterbitkan dalam Frontiers in Veterinary Science juga menunjukkan adanya manfaat memelihara kucing untuk anak-anak dengan gangguan autisme.

Menurut peneliti, kucing lebih disukai oleh anak dengan autisme karena mereka lebih kompatibel dalam merawat kucing daripada anjing.

Hal itu terjadi karena kucing yang lebih jinak atau tidak agresif daripada anjing atau hewan peliharaan lainnya.

Itu sebabnya, anak dengan gangguan austisme akan merasa lebih nyaman saat berada di dekat kucing daripada hewan yang lain.

Interaksi positif antara kucing dan anak-anak penderita autisme membantu meningkatkan keterampilan sosial sehingga anak lebih mudah berinteraksi dengan orang baru.

Keterampilan yang berkembang dengan pelihara kucing

Melansir laman Autism Parenting Magazine, berikut lima hal yang membuat keterampilan sosial anak penderita autisme meningkat saat memelihara kucing:

1. Mengajarkan Empati dan Kasih Sayang

Anak-anak dengan autisme merasa sulit untuk memahami isyarat sosial yang sederhana.

Dengan memperkenalkan kucing, terutama pada usia dini, membantu mereka mengembangkan kasih sayang untuk hewan peliharaan dan orang lain.

Tanggung jawab merawat hewan peliharaan memungkinkan anak untuk memahami emosi orang lain.

Baca juga: Stres pada Anak Autisme, Faktor, Efek dan Cara Mengendalikannya

2. Meredakan Kecemasan

Anak-anak dengan autisme melihat dan menafsirkan kegiatan sehari-hari dengan cara yang unik. Inilah yang membuat mereka rentan terhadap kecemasan dan stres.

Membelai, bermain, atau memberi makan kucing membantu anak tetap tenang bahkan dalam situasi yang dapat memicu kecemasan.

3. Meningkatkan interaksi sosial

Waktu berkualitas dengan hewan peliharaan memperdalam ikatan antara kedua pihak. Hal tersebut bisa mengajari anak untuk lebih terhubung dengan orang lain.

Autisme dapat menyebabkan individu merasa terisolasi sehingga membuat mereka sulit memahami isyarat sosial.

Hubungan yang terbentuk dengan hewan peliharaan menyediakan dasar untuk menciptakan hubungan sosial dengan orang lain.

Penelitian juga membuktikan anak yang memiliki hewan peliharaan lebih baik dalam hal memperkenalkan dirinya kepada orang lain, memberikan informasi yang lebih baik, dan memberikan lebih banyak respon jika diajak berinteraksi.

4. Membantu menekan gejala autisme

Gejala autisme seperti tidak mampu mempertahankan kontak mata dan perasaan kewalahan dalam kerumunan dapat berkurang ketika sang anak memelihara kucing.

Anak-anak dengan gangguan autisme yang memelihara kucing menunjukkan perilaku sosial yang lebih baik seperti memperkenalkan diri dan menjawab pertanyaan.

Hal ini terjadi karena mereka terbiasa menghabiskan waktu berbicara dengan hewan peliharaannya.

Baca juga: Kenali 7 Tanda Autisme pada Bayi dan Balita

5. Memberikan rasa percaya diri

Anak-anak dengan autisme biasanya merasa tidak nyaman di tengah orang banyak, hal ini bisa membuat mereka merasa terisolasi.

Namun, kucing menerima mereka apa adanya dan memberikan sensai persahabatan bahkan ketika anak-anak memiliki suasana hati yang buruk.

Tentunya, hal ini dapat meningkatkan harga diri dan memungkinkan mereka untuk merasa percaya diri dalam pertemuan sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.