Kompas.com - 25/03/2020, 08:01 WIB
Ilustrasi penyakit Tuberculosis (TBC). ShutterstockIlustrasi penyakit Tuberculosis (TBC).

KOMPAS.com – Penyakit tuberkulosis (TBC) ditularkan lewat percikan batuk atau bersin penderita TBC yang mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Oleh sebab itu, membatasi kontak sosial dengan orang dengan indikasi TBC adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Namun, cara tersebut tetap tidak lebih efektif jika dibandingkan dengan vaksinasi untuk menangkal serangan penyakit tuberkulosis.

Vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG) adalah vaksin yang selama ini diberikan kepada orang-orang untuk melindungi diri dari tuberkulosis.

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Tuberkulosis (TBC) yang Rentan Lewat Udara

Pentingnya pemberian vaksin BCG

Melansir Buku Vaksinasi: Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi (2010) karya dr. J.B. Suharjo B. Cahyono, Sp.PD, dkk., vaksin BCG merupakan vaksin hidup yang memberi perlindungan terhadap penyakit TB.

Pemberian vaksin ini akan memicu sistem imun untuk menghasilkan sel-sel yang dapat melindungi seseorang dari bakteri tuberkulosis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vaksin ini diketahui dapat memberikan proteksi yang bervariasi antara 50-80 persen terhadap tuberkulusis.

Pada anak-anak, pemberian vaksin BCG dianggap sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit tuberkulosis, termasuk jenis yang paling berbahaya, yaitu meningitis TB pada anak.

Sedangkan bagi orang dewasa, manfaat vaksin masih kurang jelas sehingga jarang dianjurkan.

Di Indonesia, vaksin BCG termasuk vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah untuk diberikan kepada bayi.

Vaksin ini diberikan kepada bayi yang baru lahir dan sebaiknya diberikan pada sebelum umur 2 bulan.

Namun, vaksin ini juga bisa diberikan kepada:

  • Anak usia 1-15 tahun yang belum divaksinasi dengan bukti tidak ada catatan atau tuda ada skar
  • Imigran
  • Komunitas travelling
  • Pekerja di bidang kesehatan yang belum divaksinasi dengan bukti tidak ada catatan atau skar

Baca juga: 7 Kelompok Orang yang Rentan Terjangkit Tuberkulosis (TBC)

Efek samping pemberian vaksin BCG

Setelah anak-anak atau seseorang melakukan vaksinasi BCG, pada umumnya akan timbul papul atau bintik merah kecil dalam waktu 1-3 minggu.

Berjalannya waktu, bintik ini akan semakin lunak, hancur dan menimbulkan parut. Luka tersebut mungkin butuh waktu sampai 3 bulan untuk sembuh.

Biarkan bagian tubuh yang disuntik sembuh sendiri dan pastikan agar tetap bersih dan kering.

Jangan menggunakan krim atau salep, plester yang melekat, band-aid, kepas atau kain langsung pada tempat vaksinasi.

Selain kemeradan dan bengkak di sekitar tempat pentuntikan, pemberian vaksin BCG juga memiliki efek samping lain, di antaranya:

  • Rasa nyeri
  • Ulserasi
  • Pembesaran kelenjar limfe regional
  • Peradangan dan pernanahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar
  • Reaksi alergi berat
  • Infeksi BCG

Vaksinasi BCG memang tidak terlepas dari efek samping.

Oleh sebab itu, perlu diketahui bahwa vaksin ini tidak dianjurkan pada seseorang yang mengalami penurunan status kekebalan tubuh dan uji tuberkulin positif.

Baca juga: Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Tuberkulosis (TB)

Melansir Buku Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan (2008) karya A. Aziz Alimul Hidayat, imunisasi BCG penting bagi anak balita dalam pencegahan TBC milier, otak, dan tulang karena masih tingginya kejadian TBC pada anak.

Balita biasanya tertular penyakit ini dari lingkungan, misalnya keluarga atau tetangga, mengingat mobilitas balita belum jauh.

Kondisi itu juga bisa jadi indikasi ada kasus tuberkulosis di sekitar balita.

Tuberkulosis pada balita ini jelas akan menimbulkan keprihatinan, karena penderita akan mengalami hambatan pertumbuhan yang tentu akan memengaruhi perkembangannya.

Perhatikan kondisi bayi sebelum vaksinasi

Imunisasi BCG merupakan tindakan yang penting untuk melindungi kesehatan bayi. Namun, penting juga untuk memerhatikan kondisi bayi atau anak sebelum melakukan vaksinasi tersebut.

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan solusi terbaik terkait proses pemberian vaksin ini.

Baca juga: Beda Gejala Tuberkulosis pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Setidaknya ada beberapa kondisi bayi yang membuat pemberian imunisasi BCG sebaiknya ditunda.

Beberapa kondisi itu, di antaranya yakni:

  • Demam tinggi
  • HIV positif, dan belum mendapat penanganan
  • Terkena infeksi kulit
  • Pengobatan kanker atau kondisi lain yang memperlemah sistem imunitas
  • Diketahui mengalami reaksi anafilaktik terhadap imunisasi BCG
  • Pernah terkena tuberkulosis atau tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.