Kompas.com - 10/04/2020, 08:10 WIB
ilustrasi anak demam Shutterstockilustrasi anak demam

KOMPAS.com - Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga berisiko besar mengalami meningitis.

Meningitis adalah peradangan pada meninges atau selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini bisa dialami siapapun dan bisa menular dengan mudah. Jika ditangani dengan cepat, kemungkinan sembuh dari meningitis sangat besar.

Itu sebabnya, anak-anak kita juga rentan mengalami meningitis. Agar buah hati terhindar dari meningitis, sangat penting untuk melakukan vaksin meningitis secara rutin dan mendeteksi gejala-gejala meningitis pada anak-anak kita.

Gejala

Melansir laman Meningitis.org, anak-anak sangat rentan mengalami meningitis. Gejala meningitis yang dialami anak-anak bisa berupa:

  • demam
  • muntah
  • sakit kepala dan merasa tidak enak badan
  • nyeri tungkai
  • kulit pucat
  • tangan dan kaki terasa dingin
  • ruam
  • leher kaku
  • sensitivitas pada cahaya meningkat
  • kebingungan.

Penyebab meningitis pada anak

Meningitis pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang bergerak ke cairan tulang belakang otak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cairan tulang belakang otak berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Namun, meningitis juga bisa disebabkan oleh jamur dan parasit.

Penyakit ini kerap terjadi pada anak-anak yang memiliki sistem imunitas rendah. Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya memiliki gejala yang tidak parah dibandingkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri.

Virus yang dapat menyebabkan meningitis antara lain virus polio, virus gondong (paramyxovirus), virus flu, dan virus West Nile.

Sementara itu, bakteri yang dapat menyebabkan meningitis antara lain streptokokus grup B, E. coli, Haemophilus influenzae tipe b, streptokokus grup B, E. coli, Haemophilus influenzae tipe b.

Sifilis, TBC, dan bakteri penyakit Lyme juga dapat menyebabkan meningitis. Sifilis, TBC, dan bakteri penyakit Lyme juga dapat menyebabkan meningitis.

Anak yang mengalami meningitis biasanya tidak menunjukan gejala. Namun, mereka bisa membawa mikroorganisme penyebab meningitis di hidung dan tenggorokannya.

Faktor-faktor yang bisa membuat anak berisiko mengalami meningitis antara lain:

  • kontak dengan dengan orang yang terinfeksi
  • menyentuh bedan yang terkontaminasi mikroorganisme penyebab meningitis
  • terkena tetesan dari air liur dari orang yang terinfeksi.

Infeksi meningitis biasanya dimulai dari saluran pernapasan. Pada anak-anak, infeksi tersebut bisa menunjukan gejala utama berupa pilek, infeksi sinus atau infeksi telinga.

Infeksi tersebut bisa masuk ke aliran darah dan mencapai otak serta sumsum tulang belakang.

Mengatasi meningitis pada anak

Perawatan meningitis pada anak biasanya tergantung dari gejala, usia, kondisi kesehatan umum sang anak, dan tingkat keparahan infeksi meningitis yang dialaminya.

Obat yang diberikan juga bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Melansir stanfordchildrens, berikut metode pengobatan meningitis pada anak:

1. Bakteri meningitis

Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik IV (intravena) untuk membunuh bakteri.

Anak juga akan mendapatkan obat kortikosteroid yang bekerja dengan mengurangi pembengkakan dan mengurangi tekanan yang dapat menumpuk di otak. Kortikosteroid juga mengurangi risiko gangguan pendengaran dan kerusakan otak.

2. Meningitis virus

Pada sebagian besar kasus, anak-anak yang mengalami menigitis karena infeksi virus bisa membaik tanpa pengobatan.

Jika membutuhkan pengobatan, hal ini hanya untuk meringankan gejala saja karena tidak ada obat untuk mengatasi meningitis karena virus.

Namun, meningitis yang disebabkan karena herpes simpleks bisa diobati dengan antivirus IV.

3. Meningitis jamur

Pengobatan meningitis karena jamus bisa dilakukan dengan pemberian obat antijamur IV.

4. Meningitis tuberkulosis

Anak yang menderita meningitis tuberkolosis biasanya harus melakukan perawatan dengan obat-obatan selama satu tahun.

Perawatan dilakukan dengan beberapa obat untuk beberapa bulan pertama yang diikuti oleh obat-obatan lain untuk sisa waktu.

Mencegah meningitis pada anak

Untuk mencegah anak dari meningitis, orangtua bisa memberikan vaksin khusus. Berikut beberapa jenis vaksin untuk meningitis:

- Vaksin H. influenzae tipe b (Hib)

Vaksin ini diberikan sebagai seri 3 atau 4 bagian selama vaksin rutin anak mulai usia 2 bulan.

- Vaksin pneumokokus PCV13

American Academy of Pediatrics merekomendasikan vaksin ini untuk semua anak sehat yang berusia di bawah dua tahun.

Vaksin PCV13 dapat diberikan bersama dengan vaksin anak lainnya.Para ahli merekomendasikan agar anak diberikan vaksin ini saat berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12 hingga 15 bulan.

- Vaksin pneumokokus PPSV23

Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak yang berisiko tinggi mengalami penyakit pneumokokus.

- Vaksin meningokokus

Vaksin ini merupakan bagian dari jadwal vaksin rutin yang diberikan kepada anak-anak usia 11 hingga 12 tahun.

Vaksin ini juga bisa diberikan kepada remaja yang memasuki sekolah menengah jika mereka tidak divaksinasi pada usia 11 atau 12 tahun.

 

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.