Konsumsi Mentega Bisa Tingkatkan Kolesterol, Begini Baiknya

Kompas.com - 08/07/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi mentega (butter) yang terbuat dari lemak hewan. Mentega biasa digunakan sebagai bahan pembuat roti maupun kue. SHUTTERSTOCK/SEA WAVEIlustrasi mentega (butter) yang terbuat dari lemak hewan. Mentega biasa digunakan sebagai bahan pembuat roti maupun kue.

KOMPAS.com - Mentega seringkali dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dalam tubuh karena terbuat dari porduk susu tinggi lemak.

Sebagian besar lemak yang terkandung dalam mentega adalah lemak jenuh yang telah lama dikaitkan dengan peningkatan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.

Tingginya kolesterol LDL dalam tubuh bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

American Heart Associaton juga merekomendasikan kita agar mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari lima hingga enam persen dari total kalori harian.

Baca juga: 8 Makanan Penurun Kolesterol untuk Cegah Penyakit Jantung Koroner

Kita juga disarankan untuk mengganti mentega dengan lemak nabati seperti alpukat dan minyak zaitu untuk menjaga kesehatan jantung.

Kalori dalam mentega

Satu sendok makan mentega mengandung sekitar 31 miligram kolesterol. Sementara itu,ilmuwan dari Departemen Pertanian AS merekomendaiskan kita untuk membatasi asupan kolesterol sekitar 100 hingga 300 miligram sehari.

Kita bisa membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam tubuh memilih produk pengganti mentega yang memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah seperti:

  • minyak alpukat
  • minyak kelapa
  • minyak zaitun
  • yogurt.

Membatasi asupan kolesterol

Selain menggunakan pengganti mentega, kita bisa menggurangi konsumsi kolesterol dengan membatasi konsumsi makanan tertentu.

Pasalnya, beberapa jenis makanan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL. Berikut makanan yang bisa meningkatkan kolesterol dalam darah:

  • gorengan
  • makanan yang dipanggan
  • alkohol
  • margarin terhidrogenasi.

Efek samping kolesterol

Seiring berjalannya waktu, kadar kolesterol yang terlalu tinggi bisa menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi yang dapat mengurangi aliran darah di arteri Anda.

Halaman:

Sumber Healthline
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X