Kompas.com - 30/08/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi menstruasi. shutterstockIlustrasi menstruasi.

KOMPAS.com - Menjelang masa menstruasi, para wanita biasanya mengalami perubahan suasana hati atau ledakan emosi.

Kondisi ini kerap disebut dengan gejala premenstrual syndrome (PMS). Tak jarang, fase tersebut juga membuat kaum hawa kerap mengalami kecemasan.

Menurut data Anxiety and Depression Association of America, wanita berisiko mengalami kecemasan dibanding wanita dua kali lebih tinggi ketika berada di antara usia 14 hingga 50 tahun.

Kondisi ini juga disebabkan karena perubahan hormonal yang terjadi karena siklus menstruasi.

"Sebelum menstruasi dimulai, hormon estradiol dan progesteron menurun dengan cepat," ucap pakar kesehatan dan psikolog klinis dari e Boston University School of Medicine, Yael Nillni.

Menurut Nillni, perubahan hormon ini juga mempengaruhi neurotransmitter di otak, seperti serotonin dan dopamin yang turut mengontrol suasana hati.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Cara Atasi Kecemasan saat PMS, Wanita Wajib Tahu
Fase PMS membuat kaum hawa kerap mengalami kecemasan. Bagaimana mengatasinya?
Bagikan artikel ini melalui

"Kondisi ini juga bisa menyebabkan perubahan suasana hati dan meningkatkan kecemasan," ucap Nillni.

Baca juga: Selain Kehamilan, Ini 7 Hal Penyebab Menstruasi Terlambat

Cara mengatasi

Kabar baiknya, kondisi ini bisa kita atasi dengan cara mudah. Melansir laman Healhtline, berikut tips atasi kecemasan saat menjelang masa menstruasi:

1. Rutin olahraga

Riset membuktikan rutin berolahraga bisa meringankan gejaa PMS. Bahkan, olahraga juga bisa mengurangi kecemasan, depresi, dan meningkatkan konsentrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.