Kompas.com - 08/10/2020, 21:02 WIB
Ilustrasi Merinding AlamyIlustrasi Merinding

Setelah tubuh diberi kehangatan, biasanya merinding akan mereda.

Merinding karena kedinginan umumnya bukan masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan.

Anda perlu waspada jika kedinginan disertai rasa mengantuk, susah bicara atau bergerak, serta linglung.

Hal itu bisa jadi gejala hipotermia, atau kondisi saat suhu tubuh turun sangat rendah. Hipotermia membutuhkan perawatan medis segera.

Baca juga: Kenapa Kencing setelah Berhubungan Seks itu Penting?

2. Alasan emosional

Alasan lain kenapa kita merinding juga bisa didasari faktor emosional.

Ketika seseorang memiliki perasaan kuat seperti takut, kagum, ngeri, atau terangsang secara seksual, tubuh secara alami mengeluarkan hormon yang bikin merinding.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Refleks serupa juga dimiliki hewan berbulu. Binatang bulunya akan berdiri saat merasa terancam.

Karena manusia tidak memiliki bulu sebanyak binatang, tidak semua bagian tubuh manusia tampak merinding saat mengalami kondisi emosional tertentu.

 

Selain merinding, emosi yang kuat biasanya juga disertai gejala:

  • Panas dingin
  • Detak jantung jadi lebih cepat
  • Napas jadi memburu atau lebih cepat
  • Mengeluarkan air mata

Baca juga: Kenapa Mata Bintitan?

3. Folikel rambut tersumbat

Kulit manusia memiliki zat yag disebut keratin. Zat tersebut berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X