Kompas.com - 15/10/2020, 21:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Cemburu adalah emosi kompleks yang menimbulkan rasa curiga, marah, takut, atau terhina.

Cemburu bisa menyerang orang dari segala usia dan kerap muncul saat seseorang merasa terancam.

Emosi negatif ini bisa memengaruhi hubungan sampai merusak kesehatan mental.

Baca juga: Apa Itu Me Time dan Arti Pentingnya bagi Kesehatan Mental?

Cemburu umumnya dikaitkan dengan hubungan percintaan pasangan.

Tapi, perasaan ini bisa dialami saudara kandung yang berebut perhatian orangtua, sampai sesama rekan kerja yang mencoba mengesankan atasan.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu cemburu, penyebab cemburu, dan cara mengatasi cemburu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa itu cemburu?

Setiap orang bisa merasakan cemburu. Rasa ini kerap muncul terutama pada hubungan percintaan.

Melansir Women's Health, cemburu berbeda dari iri. Perasaan iri muncul karena mendambakan milik orang lain.

Sementara rasa cemburu datang karena tidak ingin kehilangan atau ingin melindungi sesuatu yang dianggap berharga.

Menurut para ilmuwan, cemburu melibatkan otak bagian korteks frontal kiri. Bagian otak ini menangani emosi seperti rasa malu.

Selain itu, cemburu juga dipengaruhi kimia otak bernama dopamin. Bahan kimia ini biasanya mengendalikan kebahagiaan.

Baca juga: Apa itu Self Love?

Dengan dorongan otak dan bahan kimia di otak tersebut, cemburu terbagi menjadi tiga, yakni:

  • Cemburu reaktif karena punya trauma masa lalu
  • Cemburu karena ragu komitmen seseorang
  • Cemburu delusi karena obsesi sampai bertidak tidak rasional

Cemburu juga bisa memicu respons stres tubuh. Saat cemburu, hormon stres melonjak, tekanan darah meningkat, dan detak jantung jadi lebih cepat.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikologi

Penyebab cemburu?

CemburuShutterstock Cemburu
Kendati sekilas seperti emosi negatif, cemburu bukanlah perasaan yang harus ditekan.

Melansir Psychology Today, sejumlah psikolog lebih menyarankan seseorang memperhatikan perasaan cemburu.

Perasaan cemburu ini bisa menjadi sinyal, bahwa hubungan sedang bermasalah, atau butuh langkah baru untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

Dengan memperhatikan rasa cemburu, seseorang lebih berupaya menjaga hubungan sosial dengan orang lain.

Penelitian telah mengidentifikasi beberapa penyebab cemburu, antara lain:

  • Kurang percaya diri
  • Perasaan posesif pada orang lain
  • Rasa takut ditinggalkan
  • Neurotisme yang tinggi sehingga lebih mudah bereaksi negatif ketika menghadapi sesuatu

Apa pun alasannya, cemburu adalah perasaan alami yang dirancang untuk menjaga suatu hubungan.

Baca juga: 8 Ciri-ciri Orang Kreatif Menurut Psikologi Positif

Cara mengatasi cemburu

Rasa cemburu sesekali umumnya lumrah dan bisa membuat seseorang lebih menghargai suatu hubungan.

Tapi, cemburu buta atau tanpa alasan yang jelas justru bisa membuat seseorang mengalami cemas, resah, dan tidak puas dalam menjalani hubungan.

Seseorang perlu memiliki kontrol agar cemburu tidak kebablasan. Melansir Good Housekeeping, berikut cara mengatasi cemburu:

  1. Balikkan emosi negatif dari cemburu seperti cemas, takut, atau marah menjadi pikiran positif seperti rasa syukur
  2. Alihkan fokus kehidupan dari biang cemburu ke hal lain seperti keluarga, karier, hobi, teman, dan sebagainya
  3. Bangun komunikasi dan iklim diskusi yang sehat dengan orang yang dicemburui. Dengan begitu, kualitas hubungan bisa semakin meningkat

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Seseorang Susah Minta Maaf Menurut Psikologi

Jika sudah mencoba beberapa cara mengatasi cemburu di atas tapi cemburu justru makin parah, hal itu bisa jadi tanda hubungan sudah tidak sehat.

Terutama jika cemburu sampai memata-matai atau memantau keseharian, melontarkan tuduhan palsu, atau mengisolasi objeknya dari lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut termasuk cemburu yang melewati batas. Saatnya mencari pertolongan tenaga kesehatan mental profesional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Klamidia
Klamidia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.