Kompas.com - 10/01/2021, 06:00 WIB

Beberapa kondisi yang bisa memicu pecahnya gendang telinga, antara lain:

  • menyelam
  • berada di pesawat
  • mengalami cedera saat berolahraga
  • telinga terkena pukulan
  • kecelakaan mobil.

Memasukkan benda apa pun, seperti kapas, kuku, atau pena, terlalu jauh ke dalam telinga dapat merusak gendang telinga.

Gejala

Gejala yang bisa muncul akibat gendang telinga pecah, antara lain:

  • muncul rasa nyeri
  • keluarnya cairan seperti lendir, berisi nanah atau berdarah dari telinga
  • kehilangan pendengaran
  • telinga berngeding atau tinitus
  • mengalami vertigo
  • mual atau muntah.

Baca juga: 4 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin Covid-19

Cara mengatasi

Pengobatan untuk gendang telinga yang pecah biasanya dilakukan untuk mengilangkan rasa sakit dan mencegah infeksi.

Metode pengobatan yang digunakan, antara lain:

1. Menambah gendnag telinga

Jika telinga tidak sembuh dengan sendirinya, dokter biasanya menambal gendang telinga.
Penambalan melibatkan penempatan tambalan kertas obat di atas robekan.

Tambalan tersebut mendorong membran untuk tumbuh kembali.

2. Antibiotik

Antibiotik dapat membersihkan infeksi yang mungkin menyebabkan pecahnya gendang telinga.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.