KOMPAS.com – Selama ini tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dikaitkan dengan konsumsi garam.
Sementara, konsumsi gula lebih sering dikaitkan dengan penyakit diabetes.
Padahal gula sebenarnya juga bisa berperan pada perkembangan tekanan darah tinggi.
Baca juga: Tak Bisa Asal Manis, Berapa Idealnya Batas Konsumsi Gula Per Hari?
Bagaimana konsumsi gula bisa menyebabkan darah tinggi?
1. Hambat produksi oksida nitrat
Dilansir dari Medical News Today, makan terlalu banyak gula, khususnya fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah yang pada gilirannya bisa menghambat produksi oksida nitrat.
Baca juga: 12 Manfaat Air Kelapa, Turunkan Berat Badan dan Sehatkan Ginjal
Padahal osida nitrat dibutuhkan untuk membantu pembuluh darah Anda mempertahankan feksibilitas.
Oksida nitrat diproduksi oleh lapisan dalam sel-sel pembuluh darah, melemaskan otot-otot bagian dalam pembuluh darah dan membukannya.
Oksida nitrat membantu meningkatkan aliran darah dan mengontrol tekanan darah.
Baca juga: Cara Menurunkan Asam Urat dengan Gaya Hidup Sehat Tanpa Obat
Jadi ketika kadar oksida nitrat diturunkan, Anda bisa mengalami peningkatan tekanan darah.
Pembuluh darah yang kurang fleksibel juga dapat berkontribusi pada peradangan pada pembuluh darah dan aterosklerosis (penumpukan plak di dinding bagian dalam sel) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.
2. Picu obesitas
Peningkatan konsumsi gula juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Sementara, obesitas termasuk penyumbang peningkatan tekanan darah.
Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?
3. Sebabkan hiperinsulinemia