Kompas.com - 18/11/2021, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Setiap makanan yang memiliki pewarna alami biasanya memiliki kandungan antioksidan.

Namun, beberapa makanan cenderung memiliki kadar antioksidan lebih tinggi dibandingkan yang lainnya.

Makanan tinggi antioksidan ini biasanya berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna cerah.

Sebelum menyimak ulasan beberapa makanan tinggi antioksidan yang baik dikonsumsi, kenali dulu manfaat zat penting ini.

Baca juga: Antioksidan: Arti dan Manfaat bagi Tubuh

Manfaat antioksidan untuk tubuh

Melansir BetterHealth, manfaat antioksidan yang terdapat dalam sejumlah makanan dapat mencegah kerusakan yang disebabkan radikal bebas berlebihan di dalam tubuh.

Beberapa jenis antioksidan yang bisa menetralkan radikal bebas di antaranya vitamin A, C, E, mineral tembaga, zinc, selenium, fitokimia antosianin, polifenol, lutein, zeaxanthin, atau karotenoid.

Perlu diketahui, proses oksidasi di dalam tubuh dapat merusak sel, protein seluler, lipid, atau DNA.

Metabolisme oksigen ini dapat menghasilkan molekul tidak stabil yang dikenal dengan radikal bebas.

Proses oksidasi di dalam tubuh bisa terjadi karena stres, merokok, mengonsumsi alkohol, terlalu banyak terpapar sinar matahari tanpa perlindungan memadai, polusi, atau mengonsumsi asupan tidak sehat.

Efek radikal bebas berlebih di tubuh bisa beragam. Seperti menyebabkan peradangan, merusak sel saraf, mempercepat penuaan, memicu kanker, atau meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Dengan mengonsumsi makanan tinggi antioksidan, beberapa risiko radikal bebas berlebihan di tubuh bisa ditekan atau dicegah.

Baca juga: 6 Jenis Makanan yang Mengandung Antioksidan

Makanan tinggi antioksidan

Berikut beberapa makanan yang memiliki kandungan antioksidan tinggi yang baik dikonsumsi setiap hari:

  • Blueberry

Melansir Everyday Health, blueberry banyak mengandung antioksidan jenis antosianin. Rutin makan buah ini bisa meningkatkan kesehatan otak, tulang, sampai mencegah penyakit jantung.

  • Brokoli

Brokoli memiliki kandungan antioksidan fenolat. Senyawa ini penting untuk mencegah stres oksidatif, melindungi tubuh dari peradangan, dan mencegah kanker.

  • Kacang kenari

Kacang kenari termasuk makanan tinggi antioksidan jenis polifenol. Senyawa ini baik untuk mengatasi stres oksidatif, menjaga kesehatan otak, serta dapat menurunkan risiko penyakit diabetes tipes 2 dan kanker.

Baca juga: 20 Buah yang Mengandung Antioksidan Tinggi

  • Kol merah

Melansir Medical News Today, kol merah banyak mengandung antioksidan jenis vitamin A, C, K, dan antosianin. Makanan ini membantu meningkatkan kesehatan jantung, mencegah kanker, dan mengurangi peradangan.

  • Anggur ungu atau merah

Anggur terutama yang berwarna ungu dan merah banyak mengandung antioksidan antosianin, proantosianin, vitamin C, dan selenium. Makanan ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanker.

  • Bayam

Bayam termasuk makanan tinggi antioksidan jenis lutein dan zeaxanthin. Manfaat makanan tinggi serat ini juga dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Baca juga: 8 Makanan Mengandung Probiotik, Termasuk Yogurt sampai Tempe

  • Bit

Bit memiliki kandungan antioksidan jenis betalain. Selain itu, makanan yang kaya zat besi dan folat ini juga bisa bermanfaat untuk mencegah kanker usus besar dan gangguan pencernaan.

  • Kale merah

Sayur kale merah mengandung antioksidan antosianin lebih banyak ketimbang kale hijau. Selain itu, makanan ini juga dapat menambah asupan vitamin A, C, dan K.

  • Ubi ungu

Ubi ungu memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi ketimbang umbi-umbian lain seperti kentang atau ubi jalar. Makanan ini potensial untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan neurodegeneratif.

Baca juga: Mengenal Apa itu Probiotik dan Jenis-jenisnya

  • Teh hijau

Teh hijau mengandung antioksidan fitokimia katekin yang tinggi. Zat ini bermanfaat untuk membantu melawan infeksi dan peradangan di dalam tubuh.

  • Stroberi

Seperti blueberry, stroberi juga memiliki antioksidan jenis antosianin dan polifenol. Makanan ini potensial untuk mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit jantung, dan mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2.

  • Cokelat hitam

Cokelat hitam termasuk makanan tinggi antioksidan jenis flavonoid. Makanan ini berguna untuk mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, dan membantu meningkatkan suasana hati agar lebih baik.

Selain mengonsumsi makanan tinggi antioksidan di atas, ada baiknya Anda menghindari makanan cepat saji, makanan berpengawet, makanan yang dibakar, atau segala jenis gorengan.

Dengan begitu, radikal bebas tidak menumpuk di dalam tubuh dan risiko terkena penyakit kronis bisa ditekan.

Pastikan juga Anda mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sehingga kesehatan bisa ajek prima. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.