Kompas.com - 01/09/2022, 13:36 WIB

KOMPAS.com - Istilah Autism Spectrum Disorder (ASD) mungkin terdengar baru bagi Anda, namun ternyata istilah ini mengacu pada kata autisme yang mungkin sudah lebih akrab di telinga.

Istilah ASD sendiri juga bukan merupakan istilah baru karena sudah dikenalkan pada tahun 2013 lewat Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision (DSM-5-TR) yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association.

Menurut panduan tersebut, istilah autisme yang sudah lama kita kenal masuk ke dalam kategori ASD yang mengacu pada gangguan perkembangan saraf.

Baca juga: Apakah Anak Autis bisa Sembuh?

Kompas TV Untuk lebih mengenalkan anak berkebutuhan khusus kepada masyarakat, Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang mengajak siswa didiknya berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka diajarkan bagaimana membangun hubungan sosial dengan masyarakat. Sosialisasi ini digelar Minggu (14/4) pagi di area car free day Jalan Ijen, Kota Malang. Tidak hanya berkumpul dan bermain, dengan didampingi oleh gurunya, anak-anak spesial ini membagikan brosur dan bingkisan kepada masyarakat yang melintas di Jalan Ijen. #SLB #AnakKebutuhanKhusus #Malang

 

Healthline menjelaskan bahwa istilah baru ini juga mencakup diagnosis yang baru, meskipun istilah lama tidak sepenuhnya dihapuskan.

Apa itu Autism Spectrum Disorder (ASD)

Autism Spectrum Disorder (ASD) sendiri disebutkan sebagai spektrum karena ada berbagai tanda dan gejala, serta dampak dan dukungan berbeda yang diperlukan oleh masing-masing individu.

Bahkan, Healthline menjelaskan bahwa dua orang yang mengidap autisme belum tentu memiliki gejala yang berbeda istilah spektrum lebih tepat untuk digunakan.

Sedangkan Cleveland Clinic menyebutkan bahwa ASD sekarang ini merupakan suatu istilah yang meliputi beberapa kondisi, seperti autisme, gangguan perkembangan pervasif yang tidak spesifik (PDD-NOS), dan sindrom Asperger.

Meskipun ASD digunakan sebagai istilah umum yang mengacu beberapa kelainan perkembangan saraf otak, namun istilah autisme masih bisa tetap digunakan.

Cleveland Clinic juga menyebutkan ada beberapa karakteristik ASD, seperti:

  • Kesulitan dalam memahami perbedaan komunikasi sosial, termasuk komunikasi verbal dan nonverbal.
  • Kurang bisa bersosialisasi
  • Memiliki perilaku, kegemaran, atau aktivitas yang terbatas atau berulang-ulang dan masalah sensorik

Baca juga: Tanda-tanda dan Penyebab Autisme

 

Penyebab Autism Spectrum Disorder (ASD)

Melansir CDC, ASD bisa dialami sebelum usia 3 tahun dan akan berlangsung seumur hidup, meskipun gejalanya bisa dikurangi secara bertahap.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.