Saverinus Suhardin
Dosen di Akademi Keperawatan Maranatha Groups

Perawat Kesehatan Keluarga dan Komunitas

One Health, Satu Solusi untuk Semua

Kompas.com - 22/09/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KITA baru saja menarik napas lega setelah grafik pandemi Covid-19 melandai. Namun, kita kemudian dikejutkan lagi dengan ancaman wabah baru yang sudah masuk ke Indonesia, yaitu monkeypox atau cacar monyet.

Kita mungkin bertanya, ini apa lagi dan kenapa wabah penyakit semacam itu tidak pernah selesai?

Penyakit cacar monyet dan Covid-19 memang berbeda kalau ditinjau dari manifestasi yang ditunjukkan individu yang terinfeksi. Namun, kalau kita menelisik akar masalahnya, keduanya sama-sama masuk dalam kategori zoonosis, penyakit pada binatang yang dapat ditularkan pada manusia.

Di tengah gempuran wabah zoonosis yang membuat status kesehatan dunia terguncang, para ilmuwan sebenarnya sudah berhasil merumuskan sebuah pendekatan yang diberi nama One Health. Langkah inovatif tersebut diprediksi dapat menjinakkan ancaman zoonosis berikutnya.

Baca juga: Cegah Pandemi Baru, Konsep One Health Harus Diutamakan

Namun, pendekatan One Health yang secara substansi sangat bagus itu belum tentu dapat diimplementasikan karena tidak semua tahu, mau, dan mampu menjalankannya. Karena itu, kita perlu mengetahui seluk-beluk pendekatan One Health tersebut, sehingga masing-masing kita bisa menjadi satu komponen penting yang memiliki peran menyukseskan program tersebut.

Bersatu untuk sehat

Secara umum, One Health dikenal sebagai pendekatan yang melibatkan semua orang dari lintas profesi dan instasi; dari tingkat lokal hingga global untuk mencapai kesehatan bersama dengan pemahaman yang sama tentang hubungan antara manusia, hewan, dan lingkungan hidup.

Berdasarkan konsep tersebut, penyakit zoonosis sebenarnya tidak ujug-ujug muncul pada manusia. Ada proses penjang yang melibatkan tiga komponen utama, yaitu manusia, hewan dan lingkungan hidup.

Karena itu, kita perlu mengenal beberapa mekanisme penyakit zoonosis yang terjadi selama dua dekade belakangan.

Pertama, wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang terjadi tahun 2002. Setelah diselidiki hingga 2003, ternyata virus pemicunya terdeteksi pada hewan liar yang dijual untuk konsumsi manusia.

Baca juga: Perbedaan COVID-19 dan SARS serta Cara Penularannya

Kedua, penyebaran flu burung yang disebabkan virus H5N1 juga berkaitan dengan hewan, khususnya golongan unggas.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.