Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Stres Tingkatkan Gula Darah

Lusia Kus Anna | Jumat, 7 Januari 2011 | 08:50 WIB
|
Share:
shutterstock
Olahraga bisa mengurangi stres sekaligus menurunkan gula darah.

KOMPAS.com — Stres berkepanjangan bisa memicu keluhan fisik dan psikis. Namun, untuk penderita diabetes, stres bisa berakibat lebih merugikan bagi tubuh karena akan memacu metabolisme gula darah.

Secara fisiologis stres akan menyebabkan perubahan faal pada tubuh, misalnya gangguan hormonal, gangguan sistem imunitas, atau pencernaan jadi kacau.

Nah, pada penderita diabetes stres akan menyebabkan gula darah menjadi lebih tidak terkontrol. "Pada saat kita stres di dalam tubuh akan terjadi pemecahan gula darah. Itu sebabnya, pada pasien diabetes, saat stres, gula darahnya akan tinggi meski sudah minum obat diabetes," papar dr Surjo Dharmono, SpKJ, Koordinator Psikiatri Komunitas dari FKUI/RSCM Jakarta.

Penelitian juga pernah menunjukkan orang yang sedang depresi memiliki kecenderungan 42 persen untuk terkena diabetes. Makin merasa sedih, makin besar kecenderungannya untuk diabetes.

Itu sebabnya, penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengelola stresnya, salah satunya dengan berolahraga secara rutin. Olahraga juga telah terbukti membuat tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin.

"Olahraga bukan cuma untuk kebugaran, tapi juga sebagai waktu untuk diri sendiri. Saat olahraga kita akan lebih memerhatikan tubuh kita. Hal ini memiliki efek antistres cukup tinggi," kata pengajar dari Departemen Psikiatri FKUI ini.



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui