Senin, 28 Juli 2014 13:15

KONSULTASI / KESEHATAN JIWA

KONSULTASI KESEHATAN JIWA

Bersama dr Andri, SpKJ, FAPM

Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine.

Kelainan Seksual, Bisakah Diobati?

Jumat, 17 Juni 2011 | 10:06 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

TANYA :

Dok, apakah kelainan seks dapat diobati? Saya benar-benar tidak bisa menentukan mau di bawa kemana orientasi saya. Saya tidak yakin apakah saya seorang homo, biseks, atau hetero... Kalau pun saya ditanya ingin bagaimananya, saya sangat ingin hidup normal layaknya teman-teman saya. Terkadang, kalau saya melihat teman lelaki yang wajahnya agak lumayan, saya langsung merasa senang. Akan tetapi, kalau saya melihat teman wanita yang wajahnya juga lumayan, saya juga merasa senang.

Saya pernah berpacaran dengan beberapa wanita, namun hasrat seksual saya tidak maksimal, tidak seperti ketika saya sedang mengobrol dengan beberapa teman lelaki yang wajahnya lumayan. Saya pun terkadang cemburu ketika melihat teman saya baik yang lelaki ataupun yang perempuan berpacaran di depan saya.

Seandainya saya adalah seorang homo, apakah saya masih bisa diobati Dok? Saya sangat tidak ingin dikaitkan dengan agama atau apapun yang sifatnya SARA.. Apakah ada pengobatan medis yang bisa dokter anjurkan? Apakah metode hypnotherapy dapat membantu menyelesaikan masalah saya dok? Terima kasih dok.

(AL, 20, MALANG)

 

 

JAWAB :

AL di Malang,

Berbicara tentang Homoseksual memang merupakan suatu hal yang masih kontroversi sampai sekarang. Latar belakang budaya, nilai sosial dan agama di masing-masing negara membedakan perlakukan terhadap para homoseksual (baik wanita dan pria).

Di beberapa negara Barat, mungkin stigma dan pandangan negatif terhadap homoseksual sudah mulai berkurang. Bahkan di beberapa negara ada yang mengijinkan untuk menikah. Walaupun demikian banyak juga negara-negara barat yang masih diskriminatif terhadap para homoseksual. Untuk di Indonesia, orang dengan orientasi homoseksual masih malu untuk mengakui dirinya karena anggapan sakit jiwa yang mungkin akan melekat.

Sebagai informasi dalam pedoman diagnosis gangguan jiwa menurut DSM-IV TR yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association (APA) Homoseksual sudah tidak dimasukkan lagi ke dalam kelompok gangguan jiwa. Homoseksual adalah orientasi seksual yang dikategorikan sebagai identitas seksual sama seperti heteroseksual dan biseksual.

Orientasi homoseksual, heteroseksual dan biseksual sebenarnya mulai dikenal sejak Kinsey Institute tahun 1981 mengemukakan teori tentang adanya rentangan orientasi seksual seseorang dari yang Homoseksual Eksklusif sampai Heteroseksual Eksklusif dan di antaranya adalah Biseksual (dikenal dengan Skala Kinsey). Jadi kalau ada seorang heteroseksual yang senang juga melihat kecantikan atau ketampanan dari sesama jenisnya masih dianggap wajar.

Lebih lanjut, penelitian Kinsey ini tidak menemukan adanya perbedaan dalam hubungan interpersonal keluarga, pengalaman seksual masa kecil, pengalaman kencan, atau hubungan pertemanan antara orang dengan orientasi homoseksual dan heteroseksual.

Ini menjelaskan bahwa orientasi seksual adalah suatu kondisi yang bukan dibentuk oleh lingkungan tetapi sudah ada dalam otak manusia itu sejak lahir. Perlu diingat banyak orang yang tidak menyukai dan menstigma homoseksual karena perilaku seksualnya padahal tidak semua orang dengan orientasi homoseksual akan berperilaku homoseksual dalam aktifitas seksualnya. Hal ini yang memperkuat bahwa orientasi tidak bisa diubah tapi perilakunya bisa diubah.

Dalam praktek, orang yang mengalami orientasi homoseksual datang ke praktek psikiatri karena dia tidak bisa menerima keadaan dirinya dan ingin berubah tetapi mengalami kesulitan mengubah orientasinya itu. Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa orientasi memang sulit diubah, dan hanya bisa mengubah perilakunya. Penerimaan terhadap hal ini akan membuat orang itu bisa berdamai dengan dirinya dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Saya rasa penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan AL secara langsung maupun tidak.

Semoga bermanfaat


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui